HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026, Sektor Perdagangan dan Proyek MRT-LRT Jadi Penopang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026, Sektor Perdagangan dan Proyek MRT-LRT Jadi Penopang
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Kamis (5/11/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,87 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan III-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan sektor perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan menjadi penyumbang utama perekonomian ibu kota.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi Jakarta selama periode Juli hingga September 2026.

"Pada triwulan III tahun 2026, dibandingkan triwulan III tahun 2025, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,87 persen secara tahunannya," kata Kadarmanto di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

BPS mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.069,06 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp596,33 triliun.

Sektor Perdagangan Jadi Penyumbang Terbesar Ekonomi Jakarta

BPS DKI Jakarta mengungkapkan sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap struktur perekonomian Jakarta pada triwulan III-2026.

Sektor tersebut menyumbang 18,12 persen terhadap total PDRB Jakarta, menunjukkan besarnya peran aktivitas perdagangan dalam menopang perekonomian daerah.

Posisi berikutnya ditempati sektor konstruksi dengan kontribusi sebesar 11,17 persen.

Sementara itu, industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 10,94 persen terhadap perekonomian Jakarta.

Ketiga sektor tersebut menjadi komponen utama pembentuk PDRB Jakarta berdasarkan lapangan usaha pada periode Juli hingga September 2026.

Pembangunan MRT dan LRT Jakarta Dorong Aktivitas Konstruksi

Kadarmanto menjelaskan pertumbuhan sektor konstruksi didukung oleh meningkatnya aktivitas pembangunan gedung dan infrastruktur di wilayah Jakarta.

Sejumlah proyek transportasi massal menjadi bagian dari aktivitas pembangunan yang mendorong kinerja sektor tersebut.

"Untuk konstruksi, pertumbuhan didorong oleh meningkatnya konstruksi gedung dan infrastruktur. Ini tercermin dari realisasi dari pembangunan moda Lintas Raya Terpadu (LRT) Velodrome-Manggarai dan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 2A yang juga meningkat," kata Kadarmanto.

Pembangunan LRT rute Velodrome-Manggarai dan MRT Jakarta fase 2A menjadi proyek infrastruktur yang turut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konstruksi.

Selain proyek transportasi, pembangunan gedung juga menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja sektor konstruksi Jakarta pada triwulan III-2026.

Jasa Keuangan dan Asuransi Catat Pertumbuhan Tertinggi

Dari sisi produksi, BPS mencatat sektor jasa keuangan dan asuransi mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan lapangan usaha lainnya.

Sektor tersebut tumbuh sebesar 10,86 persen secara tahunan pada triwulan III-2026.

Pertumbuhan tertinggi berikutnya terjadi pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang meningkat sebesar 9,57 persen.

Sementara itu, sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan sebesar 8,31 persen pada periode yang sama.

Data tersebut menunjukkan bahwa sejumlah sektor jasa mengalami peningkatan aktivitas ekonomi selama triwulan III-2026.

Meski sektor perdagangan memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB, jasa keuangan dan asuransi mencatat laju pertumbuhan paling tinggi dari sisi produksi.

Ekspor Jakarta Tumbuh 9,86 Persen

Selain mencatat pertumbuhan pada sejumlah lapangan usaha, BPS DKI Jakarta juga melaporkan peningkatan aktivitas ekonomi berdasarkan komponen pengeluaran.

Kadarmanto menyebut komponen ekspor menjadi bagian pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan III-2026.

"Sedangkan dari sisi pengeluaran komponen ekspor mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,86 persen," kata Kadarmanto.

Pertumbuhan ekspor tersebut menjadi salah satu komponen yang mendukung kinerja perekonomian Jakarta selama periode Juli hingga September 2026.

Dari sisi pengeluaran, peningkatan ekspor menunjukkan adanya pertumbuhan pada aktivitas penjualan barang dan jasa ke luar wilayah ekonomi Jakarta.

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,66 Persen Sepanjang Januari-September 2026

BPS DKI Jakarta juga mencatat perekonomian daerah mengalami pertumbuhan secara triwulanan dibandingkan periode sebelumnya.

Pada triwulan III-2026, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 0,36 persen dibandingkan triwulan II-2026 atau secara quarter-to-quarter (q-to-q).

Sementara itu, secara kumulatif sepanjang Januari hingga September 2026, perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 5,66 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi Jakarta selama sembilan bulan pertama 2026.

Dengan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.069,06 triliun pada triwulan III-2026, Jakarta tetap ditopang oleh sektor perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan sebagai penyumbang terbesar struktur perekonomiannya.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta pada periode tersebut juga didukung peningkatan aktivitas jasa keuangan, akomodasi dan makan minum, serta ekspor.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026