HOME  ⁄  Nasional

Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 5,04 Persen, BPS Ungkap Sektor Penopang Ekonomi RI yang Melaju 5,47 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 5,04 Persen, BPS Ungkap Sektor Penopang Ekonomi RI yang Melaju 5,47 Persen
Foto: (Sumber :Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam konferensi pers Rilis BPS di Jakarta, Kamis (5/11/2026). ANTARA/Imamatul Silfia/pri..)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga Indonesia tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan III-2026 dan tetap menjadi penggerak utama perekonomian nasional yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen.

Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dari sisi pengeluaran, yakni mencapai 51,97 persen pada periode Juli hingga September 2026.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat masih terjaga di tengah perkembangan kondisi perekonomian nasional.

“Pada triwulan III-2026, komponen ini tumbuh sebesar 5,04 persen yang menunjukkan masih terjaganya tingkat konsumsi masyarakat,” kata Edy dalam konferensi pers Rilis BPS di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi

BPS mencatat konsumsi rumah tangga masih mendominasi struktur perekonomian Indonesia berdasarkan pendekatan pengeluaran.

Dengan kontribusi sebesar 51,97 persen terhadap PDB, konsumsi masyarakat menjadi komponen terbesar dibandingkan investasi maupun pengeluaran pemerintah.

Jika dilihat berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi, konsumsi rumah tangga memberikan andil sebesar 2,62 poin persentase terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen pada triwulan III-2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh aktivitas ekonomi nasional dari sisi pengeluaran masih ditopang oleh kebutuhan dan belanja masyarakat.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga didukung oleh peningkatan aktivitas masyarakat pada sejumlah sektor, terutama restoran, hotel, transportasi, dan komunikasi.

Pengeluaran Restoran dan Hotel Tumbuh 6,59 Persen

BPS mengungkapkan kelompok pengeluaran restoran dan hotel menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2026.

Kelompok pengeluaran tersebut mencatat pertumbuhan sebesar 6,59 persen secara tahunan.

Sementara itu, pengeluaran masyarakat pada kelompok transportasi dan komunikasi tumbuh sebesar 5,83 persen pada periode yang sama.

Peningkatan aktivitas mobilitas rumah tangga menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan kedua kelompok pengeluaran tersebut.

Selain itu, penyelenggaraan berbagai kegiatan pertunjukan dan olahraga turut mendorong aktivitas konsumsi masyarakat.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa belanja masyarakat pada sektor jasa tetap memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Investasi Tumbuh 6,06 Persen, Sektor Kendaraan Melonjak

Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026.

BPS mencatat PMTB tumbuh sebesar 6,06 persen secara tahunan dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 30,81 persen.

Pertumbuhan investasi tertinggi terjadi pada subkomponen kendaraan yang meningkat sebesar 12,96 persen.

Peningkatan tersebut berasal dari kendaraan hasil produksi dalam negeri maupun kendaraan impor yang masuk dalam pembentukan modal.

Kinerja positif investasi juga sejalan dengan peningkatan realisasi investasi yang dicatat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Berdasarkan data yang disampaikan BPS, realisasi investasi BKPM mengalami peningkatan sebesar 7,59 persen.

Pertumbuhan investasi tersebut menjadi salah satu faktor yang turut menopang aktivitas perekonomian nasional selain belanja masyarakat.

Konsumsi Pemerintah Naik 8,95 Persen, Didukung Belanja ASN dan Program MBG

BPS juga mencatat konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan sebesar 8,95 persen pada triwulan III-2026.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,66 persen.

Dari sisi struktur perekonomian, konsumsi pemerintah memberikan kontribusi sebesar 7,28 persen terhadap PDB nasional.

Edy Mahmud menjelaskan peningkatan konsumsi pemerintah sejalan dengan bertambahnya realisasi belanja pegawai, terutama pembayaran gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN).

Selain belanja pegawai, peningkatan juga terjadi pada realisasi belanja barang dan jasa pemerintah.

Salah satu komponen yang mendukung pertumbuhan tersebut adalah belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut menjadi bagian dari pengeluaran pemerintah yang turut tercermin dalam pertumbuhan konsumsi pada triwulan III-2026.

Konsumsi dan Investasi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47 persen pada triwulan III-2026 ditopang oleh sejumlah komponen pengeluaran yang menunjukkan kinerja positif.

Konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan 5,04 persen dan kontribusi terhadap PDB sebesar 51,97 persen.

Sementara itu, investasi tumbuh 6,06 persen dengan kontribusi sebesar 30,81 persen, sedangkan konsumsi pemerintah meningkat 8,95 persen dengan kontribusi sebesar 7,28 persen.

Peningkatan aktivitas masyarakat pada sektor restoran, hotel, transportasi, dan komunikasi turut mendukung pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, pertumbuhan investasi kendaraan serta peningkatan belanja pemerintah menjadi faktor tambahan yang menopang perekonomian nasional.

BPS menilai pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2026 menunjukkan bahwa tingkat konsumsi masyarakat masih terjaga dan tetap menjadi komponen utama dalam struktur ekonomi Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026