
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan tiga karakter utama yang harus dimiliki sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), transisi hijau, dan perubahan demografi.
Ketiga karakter tersebut meliputi inovasi, kemampuan berpikir sistem (system thinking), serta pola pikir bertumbuh (growth mindset) yang dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan adaptasi tenaga kerja terhadap perubahan kebutuhan industri.
Hal tersebut disampaikan Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/11/2026), setelah memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pengembangan Talenta Muda Danantara melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) pada Rabu (4/11/2026).
Menurut Menaker, perubahan dunia kerja tidak hanya memengaruhi jenis pekerjaan yang tersedia, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan serta cara seseorang memahami dan menyelesaikan persoalan.
“Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi jenis pekerjaan, tetapi juga kebutuhan keterampilan dan cara seseorang memandang persoalan,” ujar dia.
Menaker Tekankan Inovasi sebagai Karakter Pertama SDM Unggul
Yassierli menjelaskan bahwa inovasi merupakan karakter pertama yang perlu dikembangkan oleh tenaga kerja Indonesia untuk menghadapi dinamika dunia kerja.
Menurutnya, inovasi tidak harus selalu diwujudkan melalui penemuan besar atau teknologi baru yang kompleks.
Keberanian mengambil inisiatif, mengenali persoalan di lingkungan sekitar, serta mengajukan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat juga merupakan bagian dari inovasi.
Menaker menilai kemampuan berinovasi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan seseorang untuk memperbaiki suatu keadaan.
“Inovasi itu hanya lahir dari suatu keberanian melakukan inisiatif. Dan inisiatif selalu dimulai dari satu orang,” katanya.
Ia menekankan pentingnya keberanian individu dalam mengambil langkah awal untuk menghadirkan perubahan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Karakter inovatif tersebut menjadi salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam berbagai sektor pekerjaan.
Kemampuan Berpikir Sistem Penting untuk Memahami Persoalan Dunia Kerja
Selain inovasi, Yassierli menyebut kemampuan berpikir sistem atau system thinking sebagai karakter kedua yang perlu dimiliki SDM Indonesia.
Kemampuan tersebut diperlukan agar seseorang dapat memahami persoalan secara menyeluruh dan melihat hubungan antara berbagai faktor yang saling memengaruhi.
Dalam bidang ketenagakerjaan, misalnya, perubahan industri dan investasi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan keterampilan tenaga kerja.
Perkembangan teknologi juga dapat memengaruhi jenis pekerjaan yang tersedia sekaligus mendorong munculnya kebutuhan kompetensi baru.
Karena itu, Yassierli mengingatkan agar seseorang tidak melihat persoalan hanya dari satu sudut pandang tanpa mempertimbangkan faktor lain yang berkaitan.
“Belajarlah melihat sesuatu itu terkait dengan ekosistem yang lebih besar. Jangan mudah menyederhanakan masalah, karena realitas itu kompleks,” ujarnya.
Menurut Menaker, pemahaman terhadap keterkaitan berbagai aspek tersebut penting untuk menghadapi perubahan industri dan kebutuhan pasar kerja.
Pola Pikir Bertumbuh Jadi Kunci Menghadapi Perubahan Teknologi
Karakter ketiga yang ditekankan Yassierli adalah pola pikir bertumbuh atau growth mindset.
Ia menjelaskan bahwa pola pikir tersebut tercermin dari kemauan seseorang untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan mengembangkan potensi diri.
Seseorang dengan pola pikir bertumbuh tidak membatasi kemampuannya hanya berdasarkan bidang keahlian atau latar belakang pendidikan yang telah dimiliki.
Sebaliknya, individu tersebut memiliki kesiapan untuk mempelajari keterampilan baru sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.
“Orang yang memiliki growth mindset adalah orang yang mengatakan, 'Saya siap belajar apa pun yang baru. Karena saya tidak pernah tahu sebenarnya potensi saya akan berkembang ke mana,',” kata Menaker Yassierli.
Menurutnya, kemauan untuk terus belajar menjadi salah satu karakter yang diperlukan ketika dunia kerja mengalami perubahan akibat perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Perkembangan AI dan Transisi Hijau Ubah Kebutuhan Tenaga Kerja
Yassierli mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan, transisi menuju ekonomi hijau, dan perubahan demografi merupakan sejumlah faktor yang memengaruhi dinamika ketenagakerjaan.
Perubahan tersebut berdampak terhadap jenis pekerjaan serta keterampilan yang dibutuhkan dalam berbagai sektor industri.
Dalam kondisi tersebut, tenaga kerja dituntut memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan kerja.
Menaker menilai inovasi, kemampuan berpikir sistem, serta pola pikir bertumbuh menjadi karakter penting yang dapat membantu SDM menghadapi perubahan tersebut.
Ketiga karakter tersebut juga menjadi perhatian dalam pengembangan talenta muda yang dipersiapkan untuk menghadapi tantangan kepemimpinan dan dunia kerja pada masa mendatang.
Melalui kuliah umum dalam Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan, Yassierli mendorong peserta untuk mengembangkan keberanian berinovasi, memahami persoalan secara menyeluruh, serta terus meningkatkan kemampuan tanpa membatasi potensi diri.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




