HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Salurkan 180 Ton Jagung Murah untuk Peternak Ayam di Sigi, Siapkan Rp30 Miliar untuk Pembelian Telur

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bulog Salurkan 180 Ton Jagung Murah untuk Peternak Ayam di Sigi, Siapkan Rp30 Miliar untuk Pembelian Telur
Foto: Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah Jusri Pakke meninjau peternak mikro di Desa Beka, Kabupaten Sigi usai penyaluran jagung SPHP, Kamis 5/11/2026 (sumber: Bulog Sulteng)

Pantau - Perum Bulog menyalurkan sekitar 180 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur skala mikro di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk membantu menekan biaya produksi dan menjaga keberlangsungan usaha peternakan.

Penyaluran jagung tersebut dilaksanakan di Desa Beka, Kabupaten Sigi, melalui kegiatan Sinergitas BUMN Pangan bersama peternak ayam petelur mikro yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia.

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah melalui BUMN pangan untuk menjaga keberlanjutan produksi peternak sekaligus memperkuat ketersediaan pangan masyarakat.

Penjelasan tersebut disampaikan Jusri setelah melakukan peninjauan terhadap pelaku usaha peternakan ayam di Kabupaten Sigi, Kamis.

Dalam kegiatan tersebut, Bulog menyerahkan sebanyak 180 ton jagung SPHP kepada 18 perwakilan koperasi peternak ayam petelur skala mikro.

Selain penyaluran jagung, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan program pembelian telur ayam oleh Bulog dan ID FOOD sebagai upaya memperkuat pemasaran hasil produksi peternak.

Bulog Sediakan Jagung Pakan Seharga Rp5.000 per Kilogram

Melalui program SPHP, Bulog menyediakan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang bagi peternak mikro yang memenuhi persyaratan pemerintah.

Harga tersebut merupakan bagian dari intervensi pemerintah untuk membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan biaya lebih terjangkau.

Penyediaan jagung murah diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi, terutama karena pakan merupakan salah satu kebutuhan utama dalam usaha peternakan ayam petelur.

Jusri menegaskan bahwa peternak mikro menjadi salah satu kelompok pelaku usaha yang mendapat perhatian Bulog dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, dukungan terhadap peternak mikro tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan pakan, tetapi juga memastikan pelaku usaha mampu mempertahankan dan mengembangkan kegiatan produksinya.

Melalui penyaluran jagung SPHP, pemerintah berupaya menjaga agar peternak tetap memperoleh akses terhadap bahan baku pakan dengan harga yang telah ditetapkan.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat keberlangsungan produksi telur ayam yang menjadi salah satu sumber pangan masyarakat.

Bulog dan ID FOOD Siapkan Rp30 Miliar untuk Membeli Telur Peternak

Selain menyediakan jagung pakan dengan harga terjangkau, Bulog bersama ID FOOD menyiapkan program pembelian telur ayam dengan nilai mencapai Rp30 miliar.

Program pembelian telur tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap hingga Desember 2026 untuk mendukung penyerapan hasil produksi peternak ayam petelur.

Melalui program ini, pemerintah berharap peternak mikro memperoleh kepastian dukungan pemasaran sehingga dapat mempertahankan keberlangsungan usahanya.

Pembelian telur oleh BUMN pangan juga diharapkan dapat memperkuat penyerapan produksi sekaligus mendukung kelancaran distribusi telur dalam rantai pasok pangan nasional.

Dukungan pemasaran tersebut melengkapi program penyediaan jagung pakan yang diarahkan untuk membantu peternak dari sisi biaya produksi.

Dengan demikian, intervensi pemerintah tidak hanya dilakukan pada penyediaan bahan baku, tetapi juga mencakup penyerapan hasil peternakan.

Sinergi kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem peternakan yang lebih terintegrasi dari sektor produksi hingga distribusi.

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan melalui Sinergi BUMN

Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem peternakan nasional melalui kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, dan ID FOOD.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas peternak mikro, mendorong perkembangan usaha, serta memperkuat kesejahteraan pelaku usaha peternakan.

Jusri menyampaikan bahwa peternak ayam petelur skala mikro memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan telur ayam bagi masyarakat.

Karena itu, dukungan pemerintah diharapkan dapat menjangkau kebutuhan peternak secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bahan baku pakan hingga pemasaran hasil produksi.

Penguatan sektor peternakan dari hulu hingga hilir juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun rantai pasok pangan yang lebih terintegrasi.

Melalui kerja sama antarlembaga dan BUMN pangan, pemerintah berupaya memastikan pelaku usaha peternakan mikro tetap memiliki akses terhadap kebutuhan produksi dan dukungan pemasaran.

Penyaluran jagung SPHP di Kabupaten Sigi menjadi salah satu bentuk pelaksanaan program tersebut dengan memberikan perhatian khusus kepada peternak ayam petelur skala mikro.

Bulog menegaskan bahwa dukungan penyediaan jagung pakan dan pembelian telur merupakan bagian dari strategi penguatan rantai pasok pangan nasional.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap peternak ayam petelur mikro di Kabupaten Sigi dapat terus berproduksi, mengembangkan usaha, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta ketersediaan telur ayam bagi masyarakat.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026