HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Jawa Barat Serap 715.947 Ton Beras Lampaui Target, Pastikan Stok Aman Meski Permintaan Melonjak

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bulog Jawa Barat Serap 715.947 Ton Beras Lampaui Target, Pastikan Stok Aman Meski Permintaan Melonjak
Foto: Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat Nurman Susilo saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat 6/11/2026 (sumber: ANTARA/Rubby Jovan)

Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat mencatat realisasi penyerapan hasil panen petani mencapai 715.947 ton setara beras hingga awal November 2026, melampaui target pemerintah pusat sebesar 694.433 ton dalam upaya memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat, Nurman Susilo, mengatakan capaian tersebut menunjukkan keberhasilan pengadaan pangan di wilayahnya sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan realisasi tersebut, Bulog Jawa Barat berhasil melampaui target penyerapan sebanyak 21.514 ton atau mencapai sekitar 103,1 persen dari target yang telah ditetapkan.

"Dengan capaian ini, realisasi penyerapan gabah di Jawa Barat telah mencapai lebih dari 100 persen dari target yang ditetapkan oleh pusat," kata Nurman kepada ANTARA di Bandung, Jumat.

Meski target telah terlampaui, Bulog Jawa Barat memastikan kegiatan pengadaan gabah dari petani tetap dilanjutkan selama masih terdapat potensi hasil panen yang dapat diserap.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan cadangan pangan pemerintah sekaligus mendukung penyerapan produksi pertanian di berbagai wilayah Jawa Barat.

Bulog Jawa Barat Tetap Serap Gabah Meski Harga Tembus Rp7.000 per Kilogram

Nurman menjelaskan bahwa kegiatan penyerapan gabah akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi produksi pertanian dan peluang pengadaan yang masih tersedia di lapangan.

Menurutnya, tingginya harga gabah di pasaran tidak menjadi alasan bagi Bulog Jawa Barat untuk menghentikan kegiatan pengadaan hasil panen petani.

Saat ini, harga gabah di sejumlah pasar telah berada di atas Rp7.000 per kilogram, tetapi Bulog tetap berkomitmen menjalankan tugas penguatan cadangan pangan pemerintah.

"Namun, kami tidak akan berhenti selama masih ada potensi penyerapan gabah di lapangan, meskipun saat ini harga sudah cukup tinggi, bahkan berada di atas Rp7.000 per kilogram," kata Nurman.

Ia menilai keberhasilan penyerapan yang melampaui target mencerminkan tingginya produktivitas sektor pertanian di Jawa Barat.

Capaian tersebut juga memberikan kontribusi terhadap penguatan cadangan pangan pemerintah yang dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaan pengadaan, Bulog membeli gabah kering panen (GKP) langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.

Harga pembelian tersebut menjadi acuan Bulog dalam melaksanakan pengadaan gabah untuk mendukung program pangan nasional.

Pemerintah sendiri telah menetapkan target pengadaan gabah nasional sebesar empat juta ton, sehingga kontribusi Jawa Barat menjadi bagian dari upaya pencapaian target tersebut.

Bulog Jawa Barat memastikan penyerapan hasil panen akan terus diintensifkan selama produksi pertanian dan kondisi di lapangan masih memungkinkan.

Stok Beras Bulog Jawa Barat Capai 592.795 Ton, Masyarakat Diminta Tidak Khawatir

Selain memastikan kelanjutan penyerapan hasil panen, Bulog Jawa Barat memberikan perhatian terhadap perkembangan permintaan dan harga beras di masyarakat.

Perhatian tersebut berkaitan dengan munculnya isu pembelian beras secara berlebihan atau panic buying yang berpotensi meningkatkan permintaan dan memicu kenaikan harga di pasaran.

Menanggapi kondisi tersebut, Nurman memastikan persediaan beras yang dikuasai Bulog Jawa Barat masih berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Saat ini, stok beras Bulog Jawa Barat tercatat mencapai sekitar 592.795 ton setara beras.

Dengan jumlah persediaan tersebut, Bulog menyatakan siap menjaga ketersediaan pasokan meskipun terjadi peningkatan permintaan masyarakat.

"Stok beras kami saat ini mencapai sekitar 592.795 ton setara beras, sehingga tidak ada masalah. Bulog menjamin kebutuhan beras masyarakat tetap tersedia meskipun terjadi lonjakan permintaan," ujarnya.

Ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu modal Bulog Jawa Barat dalam mengantisipasi potensi gangguan pasokan maupun gejolak harga beras.

Bulog juga memastikan upaya stabilisasi pangan terus dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan beras dengan harga terjangkau.

Bulog Optimalkan SPHP dan Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Harga Beras

Untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan masyarakat, Bulog Jawa Barat akan mengoptimalkan sejumlah program stabilisasi pangan.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk membantu menjaga ketersediaan beras sekaligus mengendalikan gejolak harga di pasaran.

Selain SPHP, Bulog Jawa Barat juga akan mengoptimalkan penyaluran bantuan pangan guna mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Program Gerakan Pangan Murah (GPM) turut menjadi bagian dari strategi Bulog untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Penyelenggaraan pasar murah juga akan dioptimalkan sebagai langkah menjaga keterjangkauan harga beras, terutama ketika terjadi peningkatan permintaan.

Melalui berbagai program tersebut, Bulog Jawa Barat berupaya memastikan pasokan beras tetap tersedia sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga yang dapat membebani masyarakat.

Realisasi penyerapan hasil panen yang telah melampaui target, ditambah persediaan beras yang dinyatakan aman, menjadi modal penting dalam menjalankan tugas penguatan Cadangan Pangan Pemerintah.

Bulog Jawa Barat menegaskan akan terus melanjutkan pengadaan hasil panen petani dan memperkuat pelaksanaan program stabilisasi pangan untuk menjaga ketahanan pangan serta ketersediaan beras bagi masyarakat.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026