HOME  ⁄  Ekonomi

Pemprov Papua Tengah Perkuat Kopi Arabika Puncak Jaya, Siapkan Perluasan dan Peremajaan 1.400 Hektare Kebun

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemprov Papua Tengah Perkuat Kopi Arabika Puncak Jaya, Siapkan Perluasan dan Peremajaan 1.400 Hektare Kebun
Foto: Pelatihan petani kopi di Kabupaten Puncak Jaya yang diselenggarakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah, Jumat 6/11/2026 (sumber: Humas Pemprov Papua Tengah)

Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus memperkuat pengembangan kopi Arabika di Kabupaten Puncak Jaya melalui pelatihan budi daya berkelanjutan dan pengolahan pascapanen untuk meningkatkan kualitas serta daya saing hasil perkebunan petani.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Pemprov Papua Tengah dengan Asosiasi Kopi Indonesia (SCOPI) guna meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan petani kopi setempat.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah, Andrias Gobay, saat dihubungi dari Nabire pada Jumat, mengatakan pelatihan tersebut mencakup seluruh tahapan pengelolaan tanaman kopi hingga menghasilkan biji berkualitas.

“Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola tanaman kopi, mulai dari budi daya, pemeliharaan, pemanenan hingga pengolahan pascapanen untuk menghasilkan biji kopi berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.

Puncak Jaya Dinilai Berpotensi Besar Kembangkan Kopi Arabika

Andrias menjelaskan Kabupaten Puncak Jaya merupakan salah satu wilayah di Papua Tengah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan perkebunan kopi Arabika.

Menurutnya, potensi tersebut harus didukung peningkatan kemampuan petani dalam menerapkan teknik budi daya, pemeliharaan tanaman, pemanenan, hingga pengolahan hasil perkebunan secara tepat.

Ia menegaskan pengembangan perkebunan kopi tidak boleh hanya berfokus pada pembagian bibit dan kegiatan penanaman, tetapi juga harus disertai pendampingan secara berkelanjutan.

Pendampingan tersebut mencakup persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemangkasan, pemupukan, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Selain itu, petani perlu mendapatkan pembinaan dalam proses pemanenan dan pengolahan pascapanen agar biji kopi yang dihasilkan memiliki kualitas baik serta mampu bersaing di pasar.

Andrias menyebut kondisi geografis Papua Tengah memberikan peluang pengembangan dua jenis kopi, yakni Arabika dan Robusta, sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Wilayah pegunungan dinilai cocok untuk pengembangan kopi Arabika, sedangkan kawasan dataran rendah memiliki potensi untuk pengembangan kopi Robusta.

Pengembangan kedua komoditas tersebut perlu dilakukan melalui perencanaan matang, penerapan teknik budi daya yang tepat, serta pengelolaan perkebunan secara berkelanjutan.

Gerakan Menanam Pohon Kopi Didorong Jadi Investasi Jangka Panjang

Pengembangan perkebunan kopi di Papua Tengah juga menjadi bagian dari program Gerakan Menanam Pohon Kopi yang didorong pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Fritz Nawipa.

Program tersebut diarahkan menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi komoditas unggulan daerah.

Dalam pelaksanaannya, petani diharapkan menjadi pelaku utama dalam pengembangan dan pengelolaan usaha perkebunan kopi.

Sementara itu, pemerintah berperan memberikan pendampingan, memfasilitasi sarana produksi, memperkuat kelembagaan petani, serta membantu membuka akses pasar bagi hasil perkebunan.

Pemprov Papua Tengah juga berupaya memperkuat kerja sama dengan pemerintah kabupaten, SCOPI, penyuluh pertanian, tenaga pendamping, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memastikan program pengembangan kopi berjalan secara berkesinambungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat petani.

Pemerintah berharap kopi yang dihasilkan dari Kabupaten Puncak Jaya maupun kabupaten lainnya di Papua Tengah semakin dikenal luas berdasarkan kualitas, cita rasa, karakteristik, serta keunikan daerah asalnya.

“Kita ingin kopi dari Puncak Jaya dan seluruh kabupaten di Papua Tengah dikenal karena kualitas, cita rasa, karakteristik, dan keunikan asalnya,” kata Andrias.

Pemprov Papua Tengah Siapkan Perluasan dan Peremajaan 1.400 Hektare Kebun Kopi

Selain meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan, Pemprov Papua Tengah pada tahun ini juga menyiapkan program perluasan dan peremajaan perkebunan kopi dengan target lahan sekitar 1.400 hektare.

Program tersebut akan dilaksanakan di lima kabupaten, yakni Nabire, Dogiyai, Paniai, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.

Perluasan perkebunan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi kopi daerah, sedangkan peremajaan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.

Pelaksanaan program tersebut juga akan didukung melalui penguatan pendampingan petani serta kerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan komoditas kopi.

Melalui pelatihan budi daya, pengolahan pascapanen, pendampingan berkelanjutan, serta perluasan dan peremajaan kebun, Pemprov Papua Tengah berupaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi kopi lokal.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026