
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa persoalan banjir di jalan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, harus segera ditangani karena berdampak terhadap operasional penerbangan, sektor pariwisata, investasi, dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan AHY saat meninjau langsung kondisi Kali Prancis di Tangerang, Jumat (6/11/2026), guna memastikan pelaksanaan penanganan dan mitigasi banjir di kawasan sekitar Bandara Soekarno-Hatta berjalan optimal.
"Bicara sektor pariwisata, bicara investasi dan itu juga dimulai dari pintu masuknya serta pintu keluarnya. Artinya orang datang dan keluar melalui Bandara Soekarno-Hatta. Maka itu, masalah banjir harus ditangani dan mitigasi," kata AHY.
Menurut AHY, Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu pintu gerbang utama mobilitas masyarakat, wisatawan, dan pelaku investasi sehingga akses transportasi menuju kawasan bandara harus tetap lancar tanpa terganggu genangan air maupun banjir.
Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan banjir di kawasan tersebut karena dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna jalan, tetapi juga memengaruhi kelancaran transportasi udara dan kegiatan ekonomi.
"Kami sejak awal memberikan prioritas untuk banjir di sekitar kawasan Bandara Soetta karena situasi ini mengganggu masyarakat dan tentunya menghambat aktivitas ekonomi termasuk tadi mengganggu Operasional dari Bandara Soekarno Hatta," katanya.
AHY mengakui bahwa proses penanganan banjir menghadapi berbagai hambatan dan tantangan di lapangan, tetapi pemerintah terus berupaya mempercepat langkah penanganan agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Banjir Akses Bandara Soekarno-Hatta Pernah Ganggu Lebih dari 150 Penerbangan
AHY menjelaskan bahwa banjir di jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta dapat berdampak langsung terhadap operasional transportasi udara karena bandara tersebut melayani jutaan penumpang.
Pada periode musim hujan Januari sebelumnya, banjir di kawasan akses menuju Bandara Soekarno-Hatta menyebabkan penundaan hingga 20 persen penerbangan atau lebih dari 150 penerbangan.
Gangguan tersebut menunjukkan bahwa banjir di akses bandara dapat menimbulkan dampak luas terhadap mobilitas penumpang, jadwal perjalanan, dan aktivitas perekonomian.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, salah satu faktor penyebab banjir di kawasan tersebut adalah sedimentasi dan pendangkalan Kali Prancis beserta sejumlah anak sungainya.
Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas aliran air berkurang sehingga sungai membutuhkan normalisasi untuk meningkatkan kemampuan menampung dan mengalirkan air.
Pemerintah pun mengambil langkah penanganan melalui normalisasi Kali Prancis dengan mengerahkan sejumlah alat berat berupa ekskavator untuk mengatasi sedimentasi dan pendangkalan.
Normalisasi dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko luapan sungai yang berpotensi menyebabkan banjir di wilayah Tangerang dan sekitar Bandara Soekarno-Hatta.
"Alat berat sudah diturunkan. Semoga dalam waktu dekat bisa menjadi solusi dalam menekan banjir di Tangerang dan juga sekitar Bandara Soetta," kata AHY.
AHY berharap pengerahan alat berat dapat mempercepat proses normalisasi sehingga potensi banjir yang selama ini mengganggu akses transportasi menuju bandara dapat ditekan.
Jasa Marga Siagakan Pompa Air di Titik Rawan Banjir
Selain melakukan normalisasi sungai, pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dengan menyiapkan sejumlah langkah mitigasi di kawasan akses Bandara Soekarno-Hatta.
AHY menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak terkait dalam menghadapi musim penghujan yang diperkirakan tiba dalam waktu dua bulan.
Salah satu langkah antisipasi dilakukan PT Jasa Marga dengan menyiagakan sejumlah pompa air pada titik-titik yang dinilai rawan mengalami genangan.
Pompa air tersebut disiapkan untuk membantu mempercepat penanganan apabila terjadi banjir yang berpotensi menghambat kelancaran kendaraan menuju maupun keluar dari Bandara Soekarno-Hatta.
Kesiapan peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses transportasi tetap berfungsi ketika terjadi peningkatan curah hujan.
AHY Siapkan Penanganan Banjir Jangka Pendek dan Panjang
AHY menegaskan bahwa pemerintah menerapkan dua pendekatan dalam menangani persoalan banjir di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, yakni penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
Langkah jangka pendek difokuskan pada kesiapsiagaan peralatan, penanganan genangan, dan percepatan respons petugas ketika banjir terjadi di lokasi rawan.
Sementara itu, penanganan jangka panjang diarahkan pada perbaikan kapasitas aliran air melalui normalisasi sungai dan penguatan koordinasi antarpihak terkait.
"Ada penanganan skala awal jangka pendek, namun ada juga jangka panjang. Kita semua koordinasikan agar ketika terjadi kejadian di lokasi bisa ditangani sebagai upaya mitigasi," kata AHY.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan instansi dan pihak terkait untuk memastikan penanganan banjir dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk mengurangi potensi gangguan operasional penerbangan akibat terhambatnya akses kendaraan menuju kawasan bandara.
Melalui normalisasi Kali Prancis, pengerahan alat berat, dan kesiapsiagaan pompa air, pemerintah berupaya menekan risiko banjir sekaligus menjaga kelancaran aktivitas transportasi di sekitar Bandara Soekarno-Hatta.
Penanganan banjir di kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, menjaga operasional penerbangan, serta menunjang sektor pariwisata, investasi, dan perekonomian.
- Penulis :
- Leon Weldrick




