
Pantau - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjenguk lima kru Helikopter Mi-17V5 yang selamat dari insiden saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Kelima kru tersebut saat ini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit TNI AD Tingkat III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, setelah mengalami insiden dalam pelaksanaan tugas.
Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, Raja Juli Antoni mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan para korban sekaligus mengetahui perkembangan penanganan medis yang telah diberikan.
"Saya bertemu dengan lima kru di sini," ujar Menhut Raja Juli Antoni di Rumah Sakit TNI AD Tk. III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin, Jumat.
Dalam kunjungannya, Menhut mengungkapkan bahwa sebagian kru yang selamat direncanakan akan dipindahkan ke rumah sakit di Jakarta dan Semarang untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
"Nanti ada yang dibawa ke Jakarta dan Semarang untuk dipindahkan dan mendapatkan perawatan," kata Menhut Raja Antoni.
Rencana pemindahan tersebut dilakukan untuk memastikan para korban memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.
Menhut Temui Lima Kru Helikopter yang Selamat dari Insiden di Tanjung Puting
Raja Juli Antoni mendatangi satu per satu ruang perawatan tempat kelima kru Helikopter Mi-17V5 menjalani pemulihan setelah mengalami insiden saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kesempatan tersebut, Menhut menanyakan langsung kondisi kesehatan masing-masing personel serta perkembangan pemulihan mereka setelah mendapatkan perawatan medis.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh kru atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Kelima personel yang selamat diketahui merupakan kru Helikopter Mi-17V5 yang terlibat dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
Mereka adalah Kapten Korps Penerbangan Febri, Kapten Korps Penerbangan Sugand, dan Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis.
Dua personel lainnya adalah Prajurit Satu Gilang dan Sersan Kepala Kadiya yang juga menjalani perawatan medis setelah selamat dari insiden tersebut.
Menhut turut menyampaikan doa dan harapan agar seluruh personel segera pulih sehingga dapat kembali beraktivitas setelah menjalani proses pemulihan.
Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli Antoni didampingi Kepala Rumah Sakit TNI AD Tingkat III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin, Letkol Ckm (K) dr. Leidina Rachmadian.
Turut mendampingi Kepala Staf Korem (Kasrem) 101/Antasari Banjarmasin, Kolonel Inf. Roy Fakhrul Rozi, serta Komandan Kodim (Dandim) 1007/Banjarmasin, Kolonel Czi Slamet Riyadi.
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin, juga hadir mendampingi Menteri Kehutanan dalam peninjauan kondisi para korban di rumah sakit.
Rumah Sakit Pastikan Lima Kru Helikopter Tidak Mengalami Patah Tulang
Kepala Rumah Sakit TNI AD Tingkat III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin, Letkol Ckm (K) dr. Leidina Rachmadian, memastikan kondisi kesehatan kelima kru Helikopter Mi-17V5 menunjukkan perkembangan yang membaik.
Menurut Leidina, seluruh korban tiba di rumah sakit dalam kondisi lemas sehingga membutuhkan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan medis.
Tim medis kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi fisik serta kemungkinan cedera yang dialami para personel akibat insiden tersebut.
Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan darah dan pemeriksaan radiologi menggunakan rontgen guna mendeteksi kemungkinan adanya cedera pada tubuh korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan rontgen, pihak rumah sakit memastikan tidak ditemukan patah tulang pada kelima kru helikopter yang selamat.
Leidina menjelaskan bahwa pada hari kedua perawatan, kondisi kesehatan seluruh personel telah menunjukkan perkembangan positif dibandingkan saat pertama kali tiba di rumah sakit.
"Sampai disini kami lakukan pemeriksaan lengkap baik pemeriksaan darah maupun dengan pemeriksaan rontgen, hasilnya alhamdulillah tidak ada patah tulang. Di hari ini, hari kedua alhamdulillah sudah ada perbaikan, saat ini masih perlu penanganan lebih lanjut lagi," ujar Letkol Leidina.
Meski kondisi para korban mulai membaik, pihak rumah sakit menegaskan bahwa kelima kru masih membutuhkan perawatan dan pemantauan medis lebih lanjut.
Penanganan tersebut diperlukan untuk memastikan proses pemulihan berlangsung dengan baik sebelum para personel dinyatakan pulih.
Sebagian Kru Direncanakan Jalani Perawatan Lanjutan di Jakarta dan Semarang
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan perhatian terhadap kondisi kesehatan para kru tetap diberikan selama proses pemulihan berlangsung.
Sebagian personel direncanakan menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit yang berada di Jakarta dan Semarang sesuai kebutuhan penanganan medis masing-masing.
Sementara itu, pihak Rumah Sakit TNI AD Tingkat III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin masih melanjutkan perawatan terhadap para korban yang sedang menjalani pemulihan.
Kondisi kesehatan kelima kru yang menunjukkan perbaikan menjadi perkembangan positif dalam proses penanganan medis setelah insiden helikopter di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Kunjungan Menteri Kehutanan tersebut sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan pemulihan personel yang mengalami insiden ketika menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




