
Pantau - PT Jasa Raharja (Persero) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat kesiapan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) melalui survei jalur penyeberangan Bakauheni–Merak guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.
Survei yang dilaksanakan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri pada Kamis (5/11/2026) tersebut menyasar sejumlah titik strategis di kawasan Pelabuhan Bakauheni dan Merak untuk mengevaluasi kesiapan pengamanan, infrastruktur transportasi, serta pelayanan selama libur akhir tahun.
Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas, tetapi juga pencegahan kecelakaan dan percepatan penanganan korban.
"Kesiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru tidak hanya menyangkut kelancaran arus kendaraan, tetapi juga upaya pencegahan kecelakaan dan kecepatan pelayanan ketika risiko terjadi," kata Muhammad Awaluddin saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Menurut Awaluddin, survei bersama menjadi langkah antisipatif untuk mengidentifikasi potensi hambatan perjalanan, mengevaluasi fasilitas penyeberangan, dan menentukan kebutuhan peningkatan pelayanan sebelum memasuki puncak mobilitas masyarakat.
"Melalui peninjauan langsung, kami dapat memetakan potensi risiko dan memperkuat koordinasi agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat," ujar Awaluddin.
Jalur penyeberangan Bakauheni–Merak menjadi salah satu simpul transportasi strategis nasional karena menghubungkan pergerakan penumpang dan kendaraan antara Pulau Jawa dan Sumatera, terutama saat libur panjang.
Jasa Raharja Siagakan 2.000 Personel dan Lima Tim Reaksi Cepat
Untuk mendukung pengamanan angkutan Nataru 2026/2027, Jasa Raharja yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia menyiagakan sebanyak 2.000 personel di seluruh Indonesia.
Ribuan personel tersebut didukung jaringan pelayanan yang tersebar di 29 kantor wilayah dan kantor cabang guna memastikan kesiapan pelayanan kepada masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Selain itu, Jasa Raharja menyiapkan lima Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat untuk memperkuat respons lapangan, mempercepat koordinasi antarlembaga, dan mendukung penanganan kecelakaan lalu lintas.
"Kami akan mengoptimalkan Command Center Kantor Pusat sebagai pusat pemantauan situasi lalu lintas dan data kecelakaan secara daring," kata Awaluddin.
Pemantauan dilakukan melalui integrasi data dengan Integrated Road Safety Management System (IRSMS) milik Korlantas Polri serta jaringan rumah sakit yang bermitra dengan Jasa Raharja.
Integrasi tersebut diharapkan mempercepat penerimaan informasi kecelakaan, koordinasi antarinstansi, dan tindak lanjut penanganan korban di lapangan.
Jasa Raharja juga memberikan dukungan terhadap 10 Pos Pelayanan Terpadu di wilayah Jawa dan Bali selama berlangsungnya pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Pelayanan di lapangan diperkuat melalui pengoperasian Mobile Unit Keselamatan Lalu Lintas, pemantauan titik rawan kecelakaan, pelaksanaan aksi simpatik, serta penyampaian imbauan keselamatan kepada pengguna jalan.
Polri Pastikan Fasilitas Penyeberangan Bakauheni–Merak Sesuai Standar
Asisten Utama Operasi (Astamaops) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Roycke Harry Langie, menjelaskan bahwa pemeriksaan jalur transportasi dan fasilitas penyeberangan merupakan bagian dari pengumpulan data untuk menyusun rencana operasi pengamanan Nataru.
Menurut Roycke, pengecekan dilakukan untuk mengetahui kesiapan fasilitas transportasi dalam menghadapi peningkatan aktivitas perjalanan masyarakat pada akhir tahun.
"Dari tiga titik yang sudah kami lihat, secara umum sudah sesuai standar. Nanti mungkin ada teknis-teknis lain yang akan kita atur, baik mulai dari jalur masuk maupun jalur keluar," ujar Roycke.
Hasil pemeriksaan pada tiga titik menunjukkan bahwa fasilitas yang ditinjau secara umum telah memenuhi standar, meskipun masih diperlukan kemungkinan pengaturan teknis tambahan terkait akses masuk dan keluar kendaraan.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Brigadir Jenderal Polisi Aries Syahbudin, menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur kawasan Pelabuhan Bakauheni mengalami peningkatan dibandingkan hasil evaluasi sebelumnya.
"Berdasarkan evaluasi dua tahun terakhir, secara infrastruktur ini jauh lebih baik," kata Aries.
Peningkatan infrastruktur tersebut menjadi salah satu temuan positif dalam survei kesiapan jalur penyeberangan menjelang angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Jasa Raharja Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan Perjalanan
Di tengah persiapan pengamanan Nataru, Jasa Raharja mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan agar merencanakan keberangkatan secara matang dan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.
Pengemudi juga diminta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh serta menghindari berkendara ketika mengalami kelelahan karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
"Natal dan Tahun Baru adalah momentum berkumpul bersama keluarga. Karena itu, rencanakan perjalanan dengan baik dan jadikan keselamatan sebagai prioritas," kata Awaluddin.
Jasa Raharja bersama Kemenhub dan Polri terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi hambatan transportasi, meningkatkan kesiapan penanganan kecelakaan, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama periode libur akhir tahun.
Melalui survei jalur penyeberangan, kesiagaan personel, penguatan sistem pemantauan, dan dukungan pos pelayanan, ketiga instansi tersebut berupaya mendukung perjalanan masyarakat yang aman dan lancar selama Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
- Penulis :
- Shila Glorya




