HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonomi Papua Barat Daya Tumbuh 2,57 Persen pada Triwulan III 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Ekonomi Papua Barat Daya Tumbuh 2,57 Persen pada Triwulan III 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Foto: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat menggelar pasar murah di Manokwari untuk menjaga kestabilan harga komoditas pangan serta daya beli masyarakat (sumber: ANTARA/Fransiskus Salu Weking)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Papua Barat Daya tumbuh sebesar 2,57 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan III 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.

Kepala BPS Papua Barat, Merry, di Manokwari, Papua Barat, Jumat, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut tercermin dari peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas dasar harga berlaku maupun harga konstan.

PDRB Papua Barat Daya atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp9,82 triliun pada triwulan III 2025 menjadi Rp10,17 triliun pada triwulan III 2026.

Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan naik dari Rp6,47 triliun menjadi Rp6,63 triliun pada periode yang sama.

Sektor Akomodasi dan Makanan Minuman Catat Pertumbuhan Tertinggi

Merry menjelaskan bahwa hampir seluruh lapangan usaha di Papua Barat Daya mencatat pertumbuhan positif sepanjang triwulan III 2026, kecuali sektor jasa keuangan dan asuransi yang mengalami kontraksi sebesar 1,47 persen secara tahunan.

Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,23 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tertinggi berikutnya berasal dari sektor pengadaan air bersih yang meningkat 8,85 persen, disusul sektor konstruksi dengan pertumbuhan sebesar 7,22 persen.

Kinerja positif sejumlah lapangan usaha tersebut turut mendorong peningkatan aktivitas perekonomian Papua Barat Daya selama triwulan III 2026.

Selain dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh peningkatan sebagian besar komponen pengeluaran, terutama konsumsi pemerintah, investasi, dan konsumsi rumah tangga.

Namun, komponen ekspor barang dan jasa masih menghadapi tekanan setelah mengalami kontraksi sebesar 5,25 persen secara tahunan.

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,03 persen secara tahunan dibandingkan dengan triwulan III 2025.

Komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang mencerminkan aktivitas investasi tumbuh sebesar 6,66 persen.

Sementara itu, konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) meningkat sebesar 4,47 persen, sedangkan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,40 persen secara tahunan.

Meskipun konsumsi pemerintah mencatat laju pertumbuhan tertinggi, konsumsi rumah tangga menjadi komponen pengeluaran dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya.

"Sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi dari komponen pengeluaran ditopang kinerja konsumsi rumah tangga dengan andil 1,80 persen (yoy)," ucap Merry.

Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Papua Barat Daya pada triwulan III 2026.

Ekonomi Papua Barat Daya Tumbuh 3,18 Persen Sepanjang Januari–September 2026

Selain mencatat pertumbuhan secara tahunan, BPS melaporkan bahwa perekonomian Papua Barat Daya secara kumulatif sepanjang triwulan I hingga triwulan III 2026 tumbuh sebesar 3,18 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (cumulative to cumulative/c-to-c).

Selama sembilan bulan pertama 2026, PDRB Papua Barat Daya atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp30,45 triliun.

Adapun PDRB atas dasar harga konstan pada periode yang sama mencapai sekitar Rp19,89 triliun.

Merry juga menyampaikan bahwa perekonomian Papua Barat Daya mengalami pertumbuhan secara triwulanan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

"Secara triwulan, ekonomi Papua Barat Daya juga tumbuh 0,23 persen (q-to-q) dibanding triwulan II tahun 2026," kata Merry.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya pada triwulan III 2026 didukung oleh peningkatan aktivitas di sebagian besar lapangan usaha serta penguatan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi.

Meski demikian, kontraksi pada sektor jasa keuangan dan asuransi serta ekspor barang dan jasa menunjukkan masih adanya tekanan pada sejumlah komponen perekonomian daerah tersebut.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026