HOME  ⁄  Nasional

Jenazah Sertu Heri Prasetyo Korban Helikopter Jatuh di Seruyan Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan Secara Militer

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Jenazah Sertu Heri Prasetyo Korban Helikopter Jatuh di Seruyan Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan Secara Militer
Foto: Upacara pelepasan jenazah prajurit TNI korban jatuh helikopter Mi-17V5 menuju pesawat untuk diberangkatkan ke kampung halaman melalui Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalteng, Kamis 5/11/2026 (sumber: ANTARA/Edy Faisal)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Jumat (6/11/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan proses evakuasi jenazah berlangsung lancar sekitar pukul 09.15 WIB.

Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah langsung dibawa menggunakan kapal cepat milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menuju Pelabuhan Sigintung untuk menjalani persiapan pemulangan ke Jawa Timur.

"Dari titik penemuan, jenazah langsung diangkut menggunakan speedboat milik Basarnas menuju Pelabuhan Sigintung untuk menjalani persiapan pemulangan ke kampung halaman di Kediri," kata Berton di Jakarta, Jumat.

Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo merupakan salah satu dari delapan awak helikopter Mi-17V-5 dengan nomor registrasi HA-5235 milik TNI Angkatan Darat yang mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas penanggulangan karhutla di Kabupaten Seruyan pada Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan laporan BNPB, kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga personel TNI gugur, termasuk Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, sementara personel lainnya masih menjalani penanganan medis.

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter di Seruyan

Kecelakaan helikopter Mi-17V-5 milik TNI Angkatan Darat terjadi ketika pesawat tersebut menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Insiden tersebut menyebabkan tiga personel TNI meninggal dunia saat menjalankan tugas negara.

Dua personel yang sebelumnya dinyatakan meninggal dunia telah dimakamkan melalui prosesi pemakaman secara militer sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka.

Sementara itu, proses pencarian dan evakuasi terhadap Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo terus dilakukan hingga jenazah berhasil dievakuasi pada Jumat pagi.

Keberhasilan evakuasi tersebut menandai tahap akhir penanganan evakuasi korban meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter tersebut.

Tim gabungan selanjutnya mempersiapkan proses pemulangan jenazah menuju Jawa Timur untuk diserahkan kepada keluarga dan menjalani rangkaian penghormatan militer.

Pemulangan Jenazah ke Jawa Timur Dijadwalkan Sabtu

BNPB menyampaikan jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo dijadwalkan dipulangkan menuju Jawa Timur pada Sabtu (7/11/2026).

Pemulangan belum dapat dilakukan pada Jumat karena masih diperlukan proses penyiapan jenazah serta mempertimbangkan kondisi cuaca di wilayah Seruyan.

Cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut dilaporkan belum memungkinkan pelaksanaan penerbangan pada hari evakuasi.

Berdasarkan rencana yang telah disusun, jenazah akan diterbangkan menggunakan pesawat Casa 212 dengan nomor registrasi A-9135 dari Seruyan menuju Bandara Kediri, Jawa Timur.

Pesawat yang membawa jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Kediri pada Sabtu sekitar pukul 10.45 WIB.

Setibanya di bandara, jenazah akan disambut melalui upacara militer sebagai bentuk penghormatan kepada prajurit yang gugur ketika menjalankan tugas negara.

Upacara penyambutan tersebut dijadwalkan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah.

Setelah prosesi penyambutan selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju rumah duka di Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Danpuspenerbad Pimpin Persemayaman, Pangdam Brawijaya Jadi Inspektur Upacara Pemakaman

Rangkaian penghormatan terakhir kepada Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo akan dilanjutkan melalui prosesi persemayaman di rumah duka sebelum pemakaman secara militer.

Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Danpuspenerbad), Mayjen TNI M. Masrukin, dijadwalkan memimpin langsung upacara persemayaman jenazah.

Prosesi persemayaman tersebut direncanakan berlangsung pada Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 13.00 WIB dengan dihadiri keluarga dan jajaran TNI.

Setelah persemayaman selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek untuk menjalani prosesi pemakaman.

Upacara pemakaman secara militer dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 WIB sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengorbanan almarhum dalam menjalankan tugas negara.

Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya (Pangdam V/Brawijaya), Mayjen TNI Piek Budyakto, direncanakan bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi pemakaman tersebut.

Rangkaian penghormatan militer telah disiapkan mulai dari penyambutan jenazah di Bandara Kediri, persemayaman di rumah duka, hingga pemakaman di TMP Trenggalek.

Pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan tersebut tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan kesiapan penerbangan yang akan membawa jenazah dari Kalimantan Tengah menuju Jawa Timur.

Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo menjadi salah satu dari tiga prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V-5 ketika menjalankan misi penanggulangan karhutla di Kabupaten Seruyan.

Keberhasilan evakuasi jenazah memungkinkan proses pemulangan dan pemakaman secara militer dilanjutkan sesuai jadwal yang telah disiapkan oleh pihak terkait.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026