
Pantau - Ratusan petugas pemadam kebakaran berjuang keras pada Selasa (8/8/2023) untuk memadamkan api yang berkobar dan menghanguskan ribuan hektar lahan di Portugal selatan sehingga memaksa untuk mengevakuasi sekitar 1.400 orang.
Kebakaran hutan yang saat ini ditangani oleh lebih dari 800 petugas pemadam kebakaran, dimulai pada Sabtu (5/8/2023) di kotamadya Odemira, di wilayah Alentejo, tetapi sejak itu telah menyebar ke selatan menuju Algarve, salah satu tujuan wisata utama Portugal.
Suhu tinggi dan angin kencang mempersulit upaya pemadaman api, yang telah menghancurkan sekitar 6.700 hektar lahan. Sesaat sebelum matahari terbenam pada Senin (7/8/2023), langit di Odemira menjadi gelap karena awan asap yang sangat besar memenuhi udara.
Wali Kota Odemira, Helder Guerreiro, menyebut situasi ini "kritis, sulit dan kompleks" sementara komandan Perlindungan Sipil Jose Ribeiro mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran.
Pihak berwenang mengatakan bahwa sebanyak 19 desa kecil, empat akomodasi turis dan sebuah tempat perkemahan telah dievakuasi untuk berjaga-jaga. Beberapa jalan telah diblokir.
Negara-negara Eropa Selatan seperti Portugal telah bergulat dengan suhu yang memecahkan rekor selama puncak musim turis musim panas, yang mendorong pihak berwenang untuk memperingatkan risiko kesehatan.
Para ilmuwan mengatakan bahwa gelombang panas menjadi lebih sering terjadi, lebih kuat dan menyebar di seluruh musim karena perubahan iklim.
Badan cuaca Portugal, IPMA, pada Senin (7/8/2023), menetapkan enam distrik di negara itu, termasuk ibu Kota Lisbon, dalam keadaan siaga merah untuk cuaca panas yang ekstrim hingga tengah malam.
Pihak berwenang telah menyatakan lebih dari 120 kota di seluruh Portugal berada pada risiko maksimum kebakaran hutan.
"Kondisi cuaca yang akan kita alami dalam beberapa hari ke depan berarti setiap kejadian kecil (kebakaran) dapat menjadi besar," ujar Menteri Perlindungan Sipil, Patricia Gaspar, dalam sebuah konferensi pers.
Tiga distrik di bagian utara Portugal berada dalam kondisi siaga merah pada Selasa (8/8/2023) karena suhu diperkirakan akan mencapai 41 derajat Celcius di kota Castelo Branco di bagian utara.
[Sumber: CNA News]
- Penulis :
- Abdan Muflih







