
Pantau - Inggris sedang bersiap mengevakuasi sedikitnya 94.000 warganya dari kawasan Timur Tengah yang telah mendaftarkan detail kontak mereka ke Kantor Luar Negeri di tengah eskalasi konflik menyusul serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Informasi tersebut dilaporkan oleh Daily Mail dan dikutip RIA Novosti pada Senin (2/3).
Laporan ini disiarkan dari Moskow oleh Kantor Berita ANTARA pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 13.06 WIB dengan waktu baca dua menit.
Disebutkan bahwa sebagian besar warga negara Inggris di kawasan tersebut merupakan wisatawan yang sedang berlibur maupun dalam perjalanan menuju wilayah lain di Timur Tengah.
Surat kabar itu mencatat bahwa operasi evakuasi ini memiliki skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Operasi tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper.
Otoritas Inggris saat ini tengah bernegosiasi dengan sejumlah maskapai besar Arab guna mengamankan kerja sama dalam proses evakuasi warga.
Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama pada Sabtu (28/2) terhadap sejumlah target Iran termasuk di Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan dan menimbulkan korban sipil.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan berupa rudal ke wilayah Israel serta ke fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai tindakan perlindungan diri.
Serangan terhadap Iran terjadi meskipun pada pekan yang sama telah berlangsung perundingan yang dimediasi Oman antara Washington dan Teheran terkait isu nuklir Iran di Jenewa, Swiss.
Aksi Protes di New York
Ilustrasi pemberitaan ini menampilkan ratusan warga New York yang berkumpul di Times Square dan berjalan di sepanjang jalan Kota New York pada Sabtu (28/2) untuk memprotes serangan udara AS-Israel terhadap Iran.
Dalam aksi tersebut, sejumlah warga membentangkan poster saat unjuk rasa menentang serangan tersebut.
- Penulis :
- Arian Mesa








