
Pantau - Presiden Rusia, Vladimir Putin telah mencalonkan penjabat Perdana Menteri (PM) Mikhail Mishustin untuk diangkat kembali, dan anggota parlemen Rusia diprediksi akan menyetujui pencalonannya pada Jumat (10/5/2024) nanti. Ini menjadi sinyal nyata bagi Moskow untuk terus melanjutkan perang skala penuh melawan Ukraina.
Mishustin, teknokrat rendah hati yang telah mengarahkan perekonomian Rusia melalui badai sanksi Barat dan tantangan masa perang lainnya, menandatangani pengunduran dirinya dan membubarkan kabinetnya – sebagaimana diwajibkan oleh Konstitusi Rusia – setelah Putin dilantik untuk masa jabatan kelima pada Selasa (7/5/2024).
“Presiden Vladimir Vladimirovich Putin telah mengajukan pencalonan Mikhail Vladimirovich Mishustin untuk jabatan perdana menteri ke Duma Negara,” kata Ketua Majelis Rendah Duma Negara, Vyacheslav Volodin, Jumat (10/5/2024 pagi waktu setempat.
“Hari ini, anggota parlemen akan membuat keputusan yang bertanggung jawab atas nama konstituen mereka mengenai masalah ini,” tambahnya.
Mishustin tiba di Duma Negara sekitar Jumat siang untuk melakukan pembicaraan dengan anggota 5 partai yang diwakili di parlemen Rusia. Para anggota parlemen senior dan partai-partai mereka mengindikasikan rencana untuk mendukung penunjukan kembali penjabat perdana menteri.
Namun, pemimpin Partai Komunis Gennady Zyuganov setelah pertemuan dengan Mishustin mengumumkan faksinya – yang memegang 57 dari 450 kursi Duma – akan abstain dalam pemungutan suara.
“Kami tidak percaya pemerintah telah mencapai kemajuan dalam pekerjaannya seperti yang kami harapkan,” kata seorang anggota Partai Komunis yang tidak disebutkan namanya, yang hadir pada pertemuan Jumat, seperti dikutip kantor berita Interfax.
Saluran-saluran Telegram yang memposisikan diri sebagai orang dalam Kremlin membagikan jadwal pertemuan Mishustin dengan 5 partai di parlemen, di mana hanya dialokasikan 20 menit untuk setiap pertemuan. Biasanya, konsultasi dan wawancara dengan calon perdana menteri akan memakan waktu berhari-hari.
Ketua DPR Rusia, Volodin mengatakan anggota parlemen Duma Negara berencana untuk mempertanyakan Mishustin tentang demografi, “kedaulatan teknologi,” dan peningkatan kemampuan pertahanan Rusia.
Para analis menganggap pengangkatan kembali Mishustin sebagai sebuah jaminan, dengan Putin mengisyaratkan kesinambungan dan persetujuan atas pencapaian kebijakan dalam negeri pemerintahannya pada masa perang.
Dalam pertemuan yang direkam sebelumnya dan disiarkan di televisi pemerintah saat penjabat perdana menteri bertemu dengan anggota parlemen, Putin mengatakan kepada Mishustin bahwa dia berharap kepala pemerintahan akan “dapat meyakinkan para deputi Duma Negara tentang calon wakil dan menteri federal."
“Saya ingin meyakinkan Anda tidak akan ada jeda dalam pekerjaan pemerintah. Kami akan melanjutkan pekerjaan kami saat ini,” kata Mishustin kepada pemimpin Rusia tersebut.
Putin menggantikan mantan Perdana Menteri Dmitry Medvedev pada tahun 2020 dengan mantan kepala pajak Mishustin yang kurang dikenal sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan perekonomian Rusia dan mengubah Konstitusi Rusia. Amandemen konstitusi yang disahkan pada musim panas itu akan memungkinkan pemimpin lama Kremlin itu untuk tetap berkuasa hingga tahun 2036.
Sebelum diangkat menjadi perdana menteri, Mishustin menjabat sebagai kepala Layanan Pajak Federal selama hampir satu dekade. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Presiden untuk Pengembangan Pasar Keuangan antara tahun 2011 dan 2018.
Setelah diangkat, kepala pemerintahan baru diperkirakan akan mengusulkan pembentukan kabinet menteri untuk mendapat persetujuan Putin dan anggota parlemen. Laporan-laporan media pemerintah mengindikasikan tidak ada rencana perombakan besar-besaran.
- Penulis :
- Khalied Malvino









