Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program MBG Dinilai Bukan Sekadar Gizi, tetapi Mesin Ekonomi yang Dorong Pertumbuhan Daerah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Program MBG Dinilai Bukan Sekadar Gizi, tetapi Mesin Ekonomi yang Dorong Pertumbuhan Daerah
Foto: (Sumber : Para siswa SMPN 1 Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menerima paket makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (6/3/2025) lalu. ANTARA/Gecio Viana.)

Pantau - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga berpotensi menjadi mesin ekonomi yang mampu menggerakkan sektor produksi dan perdagangan, khususnya di daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (4/4/2026).

MBG sebagai Pasar Ekonomi Besar

Dalam telaah yang ditulis Prof. Dr. Ir. D. Roy Nendissa, disebutkan bahwa selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada persoalan teknis seperti distribusi dan kualitas makanan.

Namun, ia menilai hal tersebut bukan inti utama dari program MBG yang justru memiliki potensi ekonomi besar.

Ia menjelaskan bahwa MBG menciptakan pasar institusional yang kuat karena menghadirkan permintaan rutin terhadap berbagai komoditas pangan dan jasa.

"Apakah MBG hanya sekadar program makan, atau sebenarnya sebuah mesin ekonomi besar?" tulisnya.

Menurutnya, setiap anggaran yang dibelanjakan dalam program ini dapat menggerakkan rantai ekonomi mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil.

Peluang Besar bagi Ekonomi Lokal

Dalam konteks NTT, MBG dinilai menjadi peluang strategis untuk mengatasi persoalan klasik seperti keterbatasan pasar bagi hasil produksi masyarakat.

Program ini dinilai mampu menghadirkan kepastian permintaan bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Dengan adanya pasar yang stabil, produksi dapat meningkat dan perputaran ekonomi di daerah bisa lebih optimal.

Penulis menekankan bahwa MBG seharusnya tidak hanya dilihat sebagai beban anggaran, melainkan sebagai instrumen pembangunan ekonomi.

Ia juga menyoroti pentingnya memastikan perputaran dana program tetap berada di daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti