
Pantau - Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud memperingatkan bahwa pengakuan Israel terhadap Somaliland, wilayah yang memisahkan diri dari Somalia, berpotensi menyeret konflik Israel ke kawasan Tanduk Afrika dan mengancam stabilitas regional.
Somalia Tolak Kehadiran Israel di Somaliland
Dalam pernyataan resminya, Presiden Mohamud menegaskan bahwa Somalia tidak menginginkan kehadiran Israel di Somaliland.
" Kami tidak pernah menyerang Israel. Kami tidak pernah menciptakan masalah bagi Israel. Kami tidak ingin Israel datang kepada kami dan membawa masalah mereka ke kami," tegasnya.
Ia menyebut langkah Israel sebagai situasi yang sangat menyedihkan dan menilai bahwa tindakan tersebut tidak sejalan dengan hukum internasional.
"Sangat menyedihkan bahwa sekarang hal itu dipindahkan ke Somalia," ungkap Mohamud, merujuk pada konflik yang terjadi di Gaza dan sejarah panjang konflik Timur Tengah.
Somalia Libatkan Komunitas Internasional dan Dapat Dukungan Luas
Pemerintah Somalia telah melibatkan komunitas internasional dalam menyikapi isu ini, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Afrika, IGAD, Komunitas Afrika Timur, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Menurut Mohamud, semua lembaga tersebut menyatakan dukungan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia.
Ia menekankan bahwa pemerintah pusat Somalia selalu mengupayakan penyelesaian damai terhadap tantangan separatisme di wilayah utara.
"Pemerintah Somalia tidak pernah mencoba memaksakan kehendak, berperang, atau bahkan menggunakan tekanan diplomatik terhadap pihak-pihak tersebut," jelasnya.
Peran Turki dalam Mediasi Somalia-Somaliland
Presiden Mohamud juga mengungkapkan bahwa Turki pernah berupaya memediasi ketegangan antara Somalia dan Somaliland, termasuk dalam pertemuan pada tahun 2015.
Turki disebut memiliki perwakilan di Hargeisa dan secara konsisten mendukung dialog serta kesatuan Somalia.
Mohamud menegaskan bahwa Turki memiliki tradisi untuk membela pihak-pihak yang mengalami ketidakadilan dan tetap berdiri bersama Somalia, khususnya dalam masa-masa sulit.
- Penulis :
- Gerry Eka







