Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Sudah Isyaratkan Serangan ke Venezuela Sebulan Sebelumnya, CEO Migas AS Diminta "Bersiaplah"

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Trump Sudah Isyaratkan Serangan ke Venezuela Sebulan Sebelumnya, CEO Migas AS Diminta "Bersiaplah"
Foto: Arsip foto - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (sumber: Anadolu)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberikan sinyal akan adanya perubahan besar di Venezuela kepada para pimpinan perusahaan minyak Amerika, sekitar sebulan sebelum serangan besar-besaran ke negara tersebut dilancarkan.

Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip oleh Sputnik pada Selasa, 6 Januari 2026, Trump menyampaikan pesan singkat kepada beberapa CEO perusahaan minyak Amerika Serikat yang berisi perintah singkat: "Bersiaplah", tanpa penjelasan lebih lanjut.

Beberapa sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa Trump memberi isyarat akan segera terjadi perubahan besar di Venezuela, namun tidak merinci langkah yang akan diambil atau meminta masukan terkait potensi investasi.

Isyarat Trump dan Peran Minyak

Surat kabar The Wall Street Journal menyatakan bahwa isyarat Trump menunjukkan adanya peran penting sektor minyak dalam keputusan politik dan militer yang berani serta berisiko tinggi tersebut.

Trump baru secara terbuka mengumumkan potensi investasi perusahaan Amerika di ladang minyak Venezuela setelah serangan dilakukan.

Pada Senin, sehari sebelum laporan ini dirilis, Trump menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika sangat tertarik untuk beroperasi di Venezuela dan akan berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur di negara tersebut.

Penangkapan Presiden Venezuela dan Respons Internasional

Serangan militer besar-besaran Amerika Serikat ke Venezuela dilakukan pada 3 Januari 2026.

Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan langsung dibawa ke New York untuk diadili.

Trump mengumumkan bahwa keduanya akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan "narko-terorisme" dan menyebut mereka sebagai ancaman serius, termasuk bagi Amerika Serikat.

Merespons situasi ini, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas terhadap rakyat Venezuela.

Pemerintah Rusia juga menyerukan pembebasan Maduro dan Cilia Flores serta memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut dalam konflik tersebut.

Penulis :
Leon Weldrick