Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Venezuela Tetapkan Masa Berkabung 7 Hari, 32 Pejuang Kuba Gugur dalam Serangan Militer AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Venezuela Tetapkan Masa Berkabung 7 Hari, 32 Pejuang Kuba Gugur dalam Serangan Militer AS
Foto: (Sumber: Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU.)

Pantau - Pemerintah Venezuela menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari untuk menghormati korban jiwa dalam serangan militer besar-besaran oleh Amerika Serikat yang terjadi pada 3 Januari lalu dan berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Venezuela Sebut Korban sebagai Martir, Desak Penghentian Agresi

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan bahwa masa berkabung ini merupakan penghormatan bagi warga sipil dan militer yang gugur dalam mempertahankan kedaulatan negara.

"Saya telah memutuskan untuk menetapkan masa berkabung selama tujuh hari sebagai penghormatan dan kemuliaan bagi para pemuda, perempuan, dan laki-laki yang gugur dan mengorbankan nyawa mereka demi membela Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro. Penghormatan kami tertuju kepada mereka," ungkapnya.

Rodriguez menyebut bahwa para korban dianggap sebagai martir oleh pemerintah Venezuela karena tewas dalam upaya mempertahankan republik dari serangan luar.

Ia juga menyerukan agar rakyat Venezuela menjaga perdamaian internal dan mendesak komunitas internasional untuk menghentikan tekanan serta agresi terhadap negaranya.

Serangan militer Amerika Serikat pada 3 Januari disebut sebagai serangan berskala besar, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Keduanya kini berada di New York untuk menghadapi persidangan atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan “narco-terrorism”.

Kuba Tetapkan Hari Berkabung Nasional, 32 Pejuang Tewas

Dampak dari serangan tersebut tidak hanya dirasakan Venezuela, tetapi juga sekutu dekatnya, Kuba.

Pemerintah Kuba mengonfirmasi bahwa 32 pejuangnya tewas dalam bentrokan di Caracas, Venezuela, pada 4 Januari.

Para pejuang tersebut dikirim dalam misi keamanan dan pertahanan atas permintaan resmi dari otoritas Venezuela.

Mereka gugur dalam pertempuran langsung dengan pasukan Amerika Serikat atau akibat serangan udara.

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel Bermudez, menetapkan tanggal 5 dan 6 Januari sebagai hari berkabung nasional untuk menghormati para pejuang yang gugur.

Pada hari Selasa, Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba mengumumkan daftar nama 32 korban tewas, yang terdiri dari 11 anggota militer dan 21 anggota Kementerian Dalam Negeri Kuba.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa banyak korban jiwa jatuh akibat operasi militer tersebut, dan menyebut sebagian besar di antaranya adalah warga negara Kuba.

Penulis :
Aditya Yohan