Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Venezuela Tetap Tenang Usai Serangan AS, Dunia Kecam Penangkapan Presiden Maduro

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Venezuela Tetap Tenang Usai Serangan AS, Dunia Kecam Penangkapan Presiden Maduro
Foto: (Sumber: Warga berpartisipasi dalam unjuk rasa guna mengadvokasi pembelaan kedaulatan nasional dan menuntut agar pemerintah AS membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya di Caracas, Venezuela, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Xinhua/Ding Hongfa/nym.)

Pantau - Situasi di Venezuela dilaporkan tetap tenang dan terkendali pasca serangan militer besar-besaran oleh Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

“Situasi di negara ini saat ini tenang,” ujar Angel Rodriguez, anggota parlemen Venezuela, dalam wawancara dengan kantor berita RIA Novosti pada Rabu, 7 Januari 2026.

Rodriguez menambahkan bahwa semua pemimpin politik, gerakan sosial, dan aktivis harus terus berkomunikasi langsung dengan masyarakat guna menyampaikan informasi dan keputusan penting pasca-krisis.

“Semua partai harus mengadakan pertemuan dan turun ke masyarakat,” tegasnya.

Maduro Ditangkap, Wakil Presiden Dilantik Sebagai Presiden Sementara

Penangkapan Presiden Maduro dan Cilia Flores dilakukan oleh militer AS, yang kemudian membawa mereka ke New York.

Mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa keduanya akan dihadili atas tuduhan “narkoterorisme” dan dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Menanggapi kejadian ini, pemerintah Venezuela di bawah pimpinan Caracas segera meminta pertemuan darurat PBB untuk membahas tindakan sepihak AS.

Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela memutuskan untuk mengalihkan sementara kekuasaan eksekutif kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang kemudian secara resmi dilantik sebagai presiden sementara oleh Majelis Nasional pada 5 Januari 2026.

Kecaman Internasional dan Seruan Pembebasan Maduro

Sejumlah negara, termasuk Rusia, China, dan Korea Utara, menyatakan kecaman keras terhadap tindakan militer AS di Venezuela.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan:

  • Solidaritas penuh kepada rakyat Venezuela
  • Seruan agar Maduro dan Cilia Flores segera dibebaskan
  • Permintaan agar tidak terjadi eskalasi konflik lebih lanjut

Situasi ini memicu ketegangan internasional baru dan mendorong berbagai pihak untuk menyerukan penyelesaian damai serta penghormatan terhadap kedaulatan nasional Venezuela.

Penulis :
Ahmad Yusuf