Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Pakar Mesir: Penarikan AS dari Organisasi Internasional Rugikan Negara Berkembang dan Percepat Kemunduran Dominasi Global

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pakar Mesir: Penarikan AS dari Organisasi Internasional Rugikan Negara Berkembang dan Percepat Kemunduran Dominasi Global
Foto: (Sumber: Pertemuan Dewan Keamanan PBB. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Seorang pakar politik Mesir menyatakan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) menarik diri dari puluhan organisasi internasional dapat merugikan negara-negara berkembang dan melemahkan fondasi sistem internasional modern.

Pernyataan itu disampaikan oleh Abu-Bakr Al-Desouky, pakar hubungan internasional dan penasihat editorial majalah International Politics di Al-Ahram Foundation, Mesir, dalam wawancara bersama Xinhua.

Menurut Al-Desouky, penarikan diri AS akan berdampak langsung pada pemotongan dana penting bagi berbagai organisasi internasional yang banyak beroperasi di kawasan-kawasan berkembang.

"Penarikan diri AS berarti organisasi-organisasi ini akan kehilangan pendanaan AS, yang pasti akan memengaruhi kualitas dan skala aktivitas yang mereka sediakan untuk negara-negara berkembang," ungkapnya.

66 Organisasi Internasional Jadi Sasaran, Termasuk Badan-Badan PBB

Presiden AS Donald Trump pada Rabu, 7 Januari 2026, menandatangani memorandum untuk menarik keanggotaan AS dari 66 organisasi internasional.

Dari jumlah tersebut, 31 di antaranya adalah entitas di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sementara 35 lainnya merupakan entitas non-PBB.

Organisasi yang ditinggalkan AS mencakup sektor penting seperti iklim, tenaga kerja, imigrasi, dan energi.

Beberapa badan yang terdampak di antaranya adalah Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB (UNFCCC), UN Water, UN Energy, dan Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD).

Gedung Putih menyatakan bahwa banyak dari badan tersebut dianggap mendukung kebijakan iklim radikal dan tidak sejalan dengan kepentingan ekonomi serta kedaulatan AS.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menambahkan bahwa badan-badan itu dinilai boros, tidak efektif, atau bahkan merugikan.

Dampak Sistemik bagi Negara Berkembang dan Sistem Global

Al-Desouky menilai keputusan tersebut tidak hanya berdampak pada pendanaan, tetapi juga merusak reputasi dan kredibilitas AS di panggung internasional.

"Ini tindakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan merusak sistem organisasi internasional modern yang telah menopang dunia selama puluhan tahun," ujarnya.

Ia juga menilai bahwa langkah ini mempercepat kemunduran posisi global AS.

"Tindakan ini berdampak negatif terhadap citra global AS. Citra Washington sebagai pendukung kebebasan, nilai-nilai liberal, dan hak asasi manusia runtuh demi kebijakan-kebijakan yang cacat dan gagal untuk benar-benar melayani kepentingan AS. Seiring waktu, kebijakan ini bisa berbalik merugikan AS sendiri," katanya.

Langkah ini disebut sebagai lanjutan dari keputusan-keputusan sebelumnya, termasuk mundurnya AS dari WHO, Perjanjian Iklim Paris, Dewan HAM PBB (UNHRC), serta penghentian dana untuk UNRWA.

Menurut Al-Desouky, kebijakan terhadap UNRWA sangat merugikan karena mencabut sumber dana utama lembaga tersebut dan merusak peran AS sebagai mediator netral dalam konflik Israel–Palestina.

Munculnya Tatanan Dunia Baru dan Peran Negara Berkembang

Al-Desouky menyebut bahwa penarikan ini akan mempercepat pergeseran sistem global menuju multipolaritas.

"Menurut pandangan saya, ini mempercepat berakhirnya era hegemoni dan unipolaritas AS," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa negara-negara berkembang kini akan mencari mitra global yang lebih kredibel dan memperkuat peran organisasi alternatif.

"Ini akan meningkatkan peran organisasi internasional alternatif dan memperkuat kemunculan kerangka global baru dalam sistem internasional," jelasnya.

Al-Desouky menyoroti bahwa organisasi yang dipimpin oleh China dan Rusia, seperti Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan BRICS, kini semakin diposisikan sebagai alternatif terhadap badan-badan yang selama ini didukung oleh AS dan Eropa.

Penulis :
Gerry Eka