HOME  ⁄  Geopolitik

Tentara Israel Tarik Pasukan dari Hebron Selatan Usai Operasi Militer Empat Hari

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Tentara Israel Tarik Pasukan dari Hebron Selatan Usai Operasi Militer Empat Hari
Foto: Ilustrasi tentara Israel melakukan penangkapan dan penggerebekan warga Palestina di Tepi Barat (sumber: Anadolu)

Pantau - Tentara Israel menarik pasukannya dari wilayah selatan Hebron di Tepi Barat yang diduduki pada Kamis (18/1) larut malam, setelah melancarkan operasi militer selama empat hari.

Penarikan Pasukan dan Dampak Operasi

Operasi tersebut mencakup penangkapan, penggeledahan rumah, serta perusakan properti warga, menurut sejumlah saksi mata di lapangan.

Warga setempat dilaporkan memenuhi jalan-jalan begitu pasukan Israel meninggalkan area tersebut, mengekspresikan kelegaan setelah berhari-hari mengalami penutupan wilayah dan pembatasan ketat, ungkap saksi kepada kantor berita Anadolu.

Dalam operasi itu, tentara Israel menahan sedikitnya 10 warga Palestina dan menginterogasi puluhan lainnya di tempat setelah menggerebek rumah-rumah mereka, menurut sumber lokal.

Pasukan juga menutup jalan utama dan jalan-jalan sekunder serta merusak sejumlah kendaraan milik warga, tambah sumber tersebut.

Saluran televisi Israel Channel 12 melaporkan bahwa operasi berakhir setelah pasukan menggeledah 350 rumah dan menangkap 14 warga Palestina.

Reaksi Warga dan Latar Belakang Operasi

Keluarga-keluarga di Hebron selatan menyerukan pentingnya menjaga persatuan komunitas dan kohesi sosial sebagai cara menghadapi kebijakan pendudukan serta upaya penargetan yang terus berlangsung.

Mereka juga menyampaikan apresiasi terhadap jurnalis dan kru media atas liputan yang profesional dan bertanggung jawab selama masa pengepungan dan penutupan wilayah.

"Pemberitaan media telah membantu menyampaikan situasi di lapangan dan mengungkap kebijakan yang kami nilai sebagai bentuk hukuman kolektif," ungkap mereka dalam pernyataan tertulis.

Menurut pernyataan tersebut, liputan media independen menantang narasi resmi Israel dan menyoroti penderitaan warga tanpa unsur eksploitasi politik.

Militer Israel sebelumnya mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah meluncurkan operasi militer di Hebron, yang diperkirakan berlangsung selama beberapa hari.

Operasi itu melibatkan badan keamanan internal Shin Bet dan unit Polisi Perbatasan, dengan fokus di kawasan Jabal Jawhar di bagian selatan kota.

Militer menyebut bahwa operasi dilakukan berdasarkan penilaian keamanan yang menunjukkan peningkatan aktivitas bersenjata, eskalasi konflik antarklan, serta penyebaran senjata ilegal.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pasukan Israel menahan warga dan menggerebek rumah-rumah di Hebron selatan selama operasi berlangsung.

Wilayah yang menjadi lokasi operasi termasuk area H2 Hebron, yang berada di bawah kendali penuh Israel sesuai Protokol Hebron 1997 antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Protokol tersebut membagi kota Hebron menjadi dua wilayah, yakni H1 yang dikelola Otoritas Palestina dan H2 yang mencakup Kota Tua dan kompleks Masjid Ibrahimi.

Sejak meletusnya perang di Gaza pada Oktober 2023, Israel meningkatkan intensitas operasi militer serta serangan dari pemukim di seluruh Tepi Barat.

Langkah-langkah tersebut meliputi pembunuhan, penangkapan, pengusiran paksa, dan perluasan permukiman ilegal.

Menurut data resmi Palestina, sedikitnya 1.107 warga Palestina tewas di Tepi Barat selama periode tersebut, hampir 11.000 orang terluka, dan lebih dari 21.000 orang ditangkap.

Penulis :
Leon Weldrick

Terpopuler