
Pantau - Parlemen Eropa menunda keputusan lanjutan terkait pembahasan kesepakatan perdagangan antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) hingga pekan depan, sebagai bentuk protes atas tindakan pemerintah AS yang dinilai kontroversial.
Ketegangan Diplomatik Warnai Penundaan
Penundaan ini menyusul keputusan sebelumnya pada 21 Januari, ketika Parlemen Eropa memilih untuk menghentikan sementara proses persetujuan kesepakatan perdagangan UE-AS.
Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas desakan Presiden AS Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland dan ancaman tarif terhadap negara-negara sekutu AS di Eropa.
Seorang anggota parlemen senior mengungkapkan informasi ini pada Senin, 26 Januari.
Bernd Lange, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, menyatakan bahwa belum ada keputusan yang diambil pada 26 Januari mengenai kelanjutan prosedur legislatif normal antara kedua pihak.
"Tim negosiasi Parlemen Eropa akan mengadakan pertemuan pada 4 Februari untuk mengevaluasi kembali situasi tersebut," ungkapnya dalam unggahan di platform media sosial X.
Amerika Serikat Tangguhkan Ancaman Tarif
Ketegangan antara UE dan AS mulai mereda setelah pemerintah AS mengumumkan bahwa a framework agreement telah dicapai terkait isu-isu yang menyangkut Greenland.
Washington juga menyampaikan bahwa ancaman tarif terhadap delapan negara Eropa akan ditangguhkan sementara waktu.
Kesepakatan perdagangan UE-AS yang dicapai pada Juli tahun lalu mencakup penghapusan tarif untuk seluruh produk industri dari AS yang masuk ke pasar Eropa.
Selain itu, UE akan memberlakukan kuota tarif terhadap berbagai produk agro-pangan dari AS.
Sebagai timbal balik, pemerintah AS akan mengenakan plafon tarif sebesar 15 persen terhadap sebagian besar produk UE yang diekspor ke Amerika Serikat.
- Penulis :
- Leon Weldrick






