Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

KBRI Tokyo dan BPJS Dorong PMI di Jepang Manfaatkan Perlindungan Jaminan Sosial

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KBRI Tokyo dan BPJS Dorong PMI di Jepang Manfaatkan Perlindungan Jaminan Sosial
Foto: (Sumber: Ilustrasi- Sejumlah calon perawat mengikuti pelajaran bahasa Jepang di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hadetama, Jati Asih, Bekasi, Jumat (4/10/2024). ANTARA FOTO/Fauzan/Spt (.).)

Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo berupaya meningkatkan kesadaran perlindungan jaminan sosial di kalangan pekerja migran Indonesia di Jepang melalui dialog interaktif bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Dialog Perlindungan Jaminan Sosial PMI

Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Dara Yusilawati menyampaikan terdapat sekitar 180 ribu PMI di Jepang dengan sekitar 110 ribu di antaranya merupakan pekerja magang.

Ia menegaskan seluruh PMI di Jepang berhak mendapatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan.

Dara Yusilawati mengatakan "Pemagang di Jepang juga merupakan pekerja dan mendapat hak-hak sebagai pekerja. Mereka adalah kelompok yang lebih rentan mengalami kecelakaan kerja. Besar harapan kami, pemagang juga bisa memanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya.

Dialog interaktif tersebut dilaksanakan di KBRI Tokyo pada 25 Januari 2026 dengan melibatkan PMI serta Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Roswita Nilakurnia dan jajaran pejabat BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam dialog tersebut dibahas berbagai fasilitas, manfaat, prosedur pendaftaran, dan mekanisme klaim BPJS Ketenagakerjaan agar WNI dapat memanfaatkan haknya selama bekerja di Jepang.

Skema Iuran dan Respons PMI

Roswita Nilakurnia menjelaskan PMI di Jepang cukup membayar total iuran sebesar Rp332.500 untuk masa kerja 24 bulan.

Iuran tersebut mencakup jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi PMI termasuk yang bekerja di sektor berisiko tinggi.

Roswita Nilakurnia menyampaikan "BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan bagi PMI sebelum keberangkatan, selama bekerja, dan sesudah bekerja," ujarnya.

Dialog ini disambut positif Ketua Ikatan Pemagang dan Tokutei Gino Indonesia di Jepang Fahrul Sabbikhis.

Fahrul Sabbikhis mengatakan "Kesempatan ini menjadi motivasi bagi IPTIJ untuk terus berperan aktif, bekerja cerdas, dan menjadi mitra yang konstruktif dalam mendukung perlindungan serta kesejahteraan PMI," katanya.

Dalam diskusi juga disampaikan bahwa pemagang dan pekerja berketerampilan spesifik Indonesia di Jepang sangat rentan mengalami kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja terutama bagi PMI yang baru datang.

Penulis :
Ahmad Yusuf