Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Peringatkan AS: Setiap Serangan Akan Dianggap sebagai Awal Perang dan Dibalas Tanpa Ampun

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Iran Peringatkan AS: Setiap Serangan Akan Dianggap sebagai Awal Perang dan Dibalas Tanpa Ampun
Foto: "Setiap tindakan militer oleh AS dari sumber mana pun dan pada level mana pun akan dianggap sebagai awal perang, dan responsnya akan cepat, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Shamkhani

Pantau - Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap langkah militer Amerika Serikat terhadap Iran akan dianggap sebagai tindakan perang dan akan dibalas dengan respons yang cepat, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Iran Tegaskan Respons Akan Menyasar Tel Aviv dan Pendukung Agresor

Pernyataan ini disampaikan oleh Ali Shamkhani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sekaligus perwakilan pemimpin tertinggi di Dewan Pertahanan Iran.

Dalam unggahan di platform media sosial X, Shamkhani menyebut bahwa "setiap tindakan militer oleh AS dari sumber mana pun dan pada level mana pun akan dianggap sebagai awal perang", ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa serangan terbatas oleh AS terhadap Iran hanyalah sebuah kiasan, dan bahwa Iran tidak akan membedakan tingkat agresi ketika merespons.

"Respons Iran akan menyasar pihak agresor, jantung Tel Aviv, dan semua pendukung pihak agresor", ia mengungkapkan, merujuk pada kemungkinan meluasnya eskalasi konflik.

Peringatan ini disampaikan di tengah memuncaknya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, terutama setelah peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah.

Armada AS Menuju Iran, Iran Siaga dan Siap Merespons

Pernyataan Shamkhani muncul menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengungkapkan bahwa sebuah armada besar, dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln dan lebih besar dari armada yang sebelumnya dikirim ke Venezuela, sedang dalam perjalanan menuju Iran.

Trump juga memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Menanggapi situasi tersebut, pada Senin, 26 Januari 2026, Iran kembali menegaskan bahwa mereka akan memberikan respons komprehensif yang menimbulkan penyesalan terhadap setiap bentuk agresi.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran telah berada dalam posisi siaga penuh dan siap merespons secara tangguh setiap aksi militer.

"Angkatan bersenjata Iran yang gagah berani siap, dengan posisi yang sudah siaga, untuk dengan segera dan tangguh merespons setiap agresi", ungkapnya.

Namun, di sisi lain, Araghchi juga menyampaikan bahwa Iran tetap terbuka terhadap kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan.

"Iran selalu menyambut baik kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil, dan setara, bebas dari paksaan, ancaman, maupun intimidasi", ujarnya, sembari menegaskan pentingnya jaminan atas hak Iran untuk teknologi nuklir damai dan bebas dari senjata nuklir.

Penulis :
Shila Glorya