
Pantau - Mantan wakil direktur Bank of China periode 2018–2025 Lin Jingzhen dikeluarkan dari keanggotaan Partai Komunis China karena diduga melakukan pelanggaran berat hukum dan disiplin partai.
Pelanggaran Disiplin dan Dugaan Tindak Pidana
Informasi tersebut disampaikan Komisi Pusat Pemeriksaan Disiplin Partai Komunis China sebagai lembaga pengawas internal tertinggi partai melalui pernyataan resmi di laman resminya pada Jumat 6 Februari 2026.
CCDI menyebut Lin telah “melakukan pelanggaran jabatan serius dan diduga melakukan tindak pidana suap” sejak setelah Kongres Partai Komunis China ke-18 pada akhir 2012.
Lin Jingzhen juga dinilai tidak menunjukkan penyesalan serta tidak memiliki niat untuk menghentikan pelanggarannya.
Dalam hasil pemeriksaan, Lin terbukti menerima hadiah secara tidak sah serta menghadiri jamuan dan kegiatan wisata yang dapat mempengaruhi pelaksanaan tugasnya.
Lin juga menerima fasilitas perjalanan yang disediakan pihak lain secara ilegal.
Selain itu, Lin menyalahgunakan wewenang untuk melakukan jual beli jabatan dan mempermudah pihak tertentu mendapatkan pembiayaan.
CCDI menyatakan Lin memperoleh harta ilegal dalam jumlah besar dan tidak melaporkan informasi pribadi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam rilis resmi, CCDI tidak mengungkapkan jumlah suap yang diterima Lin Jingzhen.
Sanksi dan Latar Belakang Kasus
Selain dipecat dari keanggotaan partai, Lin Jingzhen diwajibkan menyerahkan seluruh aset hasil pelanggaran dan menghadapi tuntutan hukum.
Lin Jingzhen yang berusia 60 tahun mulai menjabat sebagai wakil direktur Bank of China pada Maret 2018.
Ia mengundurkan diri dari jabatannya pada Januari 2025 dengan alasan usia.
CCDI memulai pemeriksaan disiplin dan penyelidikan terhadap Lin sejak September 2025.
Bank of China merupakan salah satu bank terbesar di China dengan sekitar 540 juta nasabah pribadi dan beroperasi di 64 negara dan kawasan di luar China daratan berdasarkan laporan tahunan 2024.
Kantor cabang Bank of China di Hong Kong dan Makau memiliki kewenangan menerbitkan uang kertas.
Pemecatan Lin Jingzhen menjadi bagian dari upaya Presiden Xi Jinping dalam memerangi korupsi sejak 2012.
Sebelumnya, Zhang Youxia yang merupakan jenderal tertinggi tentara China dan wakil ketua Komisi Militer Pusat juga dipecat atas dugaan suap pada akhir Januari 2026.
CCDI mencatat sepanjang 2025 terdapat 69 pejabat setingkat provinsi atau lebih tinggi yang dihukum dan sebanyak 983 ribu orang dijatuhi hukuman dalam kasus korupsi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







