Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Lavrov Sebut Dokumen Epstein Ungkap Wajah Asli Elit Barat dan Kemerosotan Moral

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lavrov Sebut Dokumen Epstein Ungkap Wajah Asli Elit Barat dan Kemerosotan Moral
Foto: (Sumber: Arsip foto - Sebuah meja pijat ditampilkan di pengadilan selama persidangan Ghislaine Maxwell, rekan Jeffrey Epstein yang dituduh melakukan perdagangan seks, dalam sketsa ruang sidang di New York City, Amerika Serikat, Jumat (3/12/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jane Rosenberg/AWW/aa..)

Pantau - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan dokumen yang dipublikasikan dalam kasus mendiang taipan keuangan Jeffrey Epstein telah mengungkap wajah asli elit Barat dan menunjukkan kemerosotan moral yang serius.

Pernyataan tersebut disampaikan Sergey Lavrov pada Ahad dalam wawancara dengan stasiun televisi Rusia NTV di tengah meningkatnya ketegangan politik antara Rusia dan negara-negara Barat.

Lavrov menilai berkas-berkas Epstein memperlihatkan praktik yang “melampaui nalar manusia” dan mencerminkan kemerosotan moral di kalangan elit negara-negara Barat.

Ia menyebut isu dokumen Epstein sebagai bukti keberadaan apa yang ia gambarkan sebagai Barat kolektif dengan struktur kekuasaan tersembunyi.

Menurut Lavrov, struktur tersebut merupakan “negara bayangan” atau lebih tepat disebut sebagai “perserikatan negara bayangan” yang berupaya mengendalikan negara-negara Barat dan dunia secara luas.

“Topik ini adalah tentang mengungkap wajah sebenarnya dari apa yang disebut Barat kolektif yang mencoba memerintah seluruh dunia,” ungkap Lavrov.

Ia menambahkan isi dokumen tersebut menurut pandangannya berada di luar logika manusia dan menyebut praktik yang terungkap sebagai “satanisme murni.”

Jeffrey Epstein pada tahun 2019 didakwa di pengadilan Amerika Serikat atas kasus perdagangan seks anak di bawah umur dan konspirasi untuk melakukan kejahatan tersebut.

Ia terancam hukuman penjara lebih dari 40 tahun atas dakwaan melakukan hubungan seksual dengan puluhan gadis di bawah umur sejak 2002 hingga 2005.

Menurut pihak penuntut, perbuatan tersebut terjadi di kediaman Epstein di New York dan Florida dengan korban yang dibayar secara tunai dan sebagian diminta merekrut gadis-gadis baru.

Sebagian korban diketahui berusia hingga 14 tahun dalam kasus yang memicu perdebatan global mengenai transparansi, akuntabilitas, dan pengaruh elite dalam sistem internasional.

Berita ini bersumber dari Sputnik dan RIA Novosti, diterjemahkan oleh Asri Mayang Sari, dan diedit oleh Rahmad Nasution.

Penulis :
Aditya Yohan