
Pantau - Pemerintah Meksiko mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa pangan dan barang kebutuhan pokok ke Kuba menggunakan dua kapal angkatan laut sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Pengiriman bantuan tersebut diumumkan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri Meksiko.
Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan, "Bantuan kemanusiaan dikirim ke Republik Kuba dengan kapal logistik Papaloapan dan Isla Holbox, yang mengangkut lebih dari 814 ton bahan pangan untuk penduduk sipil di pulau tersebut," ungkapnya.
Dua kapal angkatan laut yang digunakan dalam pengiriman ini adalah kapal logistik Papaloapan dan Isla Holbox.
Kedua kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Veracruz pada 8 Februari 2026.
Kapal Papaloapan mengangkut sekitar 536 ton pangan dan barang kebutuhan pokok.
Muatan kapal Papaloapan meliputi susu cair, produk daging, beras, kacang-kacangan, biskuit, tuna dan sarden kalengan, minyak nabati, serta produk kebersihan pribadi.
Sementara itu, kapal Isla Holbox mengangkut lebih dari 277 ton susu bubuk untuk kebutuhan kemanusiaan di Kuba.
Waktu pelayaran kedua kapal tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar empat hari.
Pemerintah Meksiko juga mengumumkan bahwa pengiriman bantuan tambahan sedang dipersiapkan.
Bantuan lanjutan tersebut direncanakan berupa lebih dari 1.500 ton susu bubuk dan kacang-kacangan.
Bantuan kemanusiaan ini diberikan atas arahan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.
Pemerintah Meksiko menyebut pengiriman bantuan mencerminkan prinsip kemanusiaan dan tradisi solidaritas rakyat Meksiko.
Pada 29 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif terkait Kuba.
Perintah tersebut memberi kewenangan kepada Amerika Serikat untuk memberlakukan bea masuk atas barang dari negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba.
Donald Trump juga menetapkan status darurat dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional yang disebut berasal dari Havana.
Setelah pasokan minyak ke Kuba dari Venezuela terhenti, Meksiko menjadi pemasok bahan bakar terbesar bagi Kuba.
Namun, pengiriman bahan bakar dari Meksiko ke Kuba kemudian dihentikan akibat langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahan Amerika Serikat.
Claudia Sheinbaum menjelaskan bahwa pasokan minyak ke Kuba dilakukan melalui kontrak komersial dan bantuan kemanusiaan.
Ia menyatakan bahwa perintah eksekutif Presiden Donald Trump membuat kelanjutan pengiriman minyak menjadi tidak pasti.
Ketidakpastian tersebut terjadi karena Pemerintah Meksiko tidak ingin merugikan rakyatnya sendiri.
Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa pemerintah Meksiko berupaya menyelesaikan persoalan ini melalui jalur diplomatik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







