
Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat sebagai langkah positif menuju solusi damai di tengah ketegangan yang meningkat.
Pezeshkian menyampaikan bahwa dialog tersebut dilakukan dengan dukungan negara-negara di kawasan dan menandai "langkah maju." menuju penyelesaian damai.
Ia menegaskan bahwa dialog selalu menjadi strategi Iran dalam mencapai solusi damai atas berbagai persoalan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian melalui media sosial X pada hari Ahad.
Presiden Iran menekankan bahwa pendekatan negaranya terhadap isu nuklir didasarkan pada "hak-hak yang dijamin berdasarkan Perjanjian Non-Proliferation Treaty.".
Ia menyatakan Iran "menanggapi rasa hormat dengan rasa hormat tetapi tidak menerima bahasa kekerasan.", ungkapnya.
Iran dan Amerika Serikat kembali melanjutkan diplomasi nuklir secara tidak langsung pada hari Jumat setelah berminggu-minggu hubungan kedua negara berada dalam ketegangan.
Ketegangan tersebut dipicu oleh ancaman tindakan militer dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggambarkan pembicaraan itu sebagai "awal yang baik.", ujarnya.
Araghchi menyatakan pembicaraan dapat berlanjut apabila suasana ketidakpercayaan dapat diatasi dan kedua pihak sepakat melanjutkan proses dialog.
Kedua pihak juga membuka kemungkinan untuk kembali bertemu di Muscat, Oman, sebagai lokasi lanjutan perundingan.
Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa program rudal Iran tidak dapat dirundingkan karena berkaitan dengan "urusan pertahanan.", katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan








