
Pantau - Grup band rock asal Amerika Serikat Green Day tampil membuka Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan membawakan medley lagu-lagu populer tanpa menyampaikan pernyataan politik.
Penampilan tersebut berlangsung dalam rangka perayaan ulang tahun ke-60 pertandingan Super Bowl, sebagaimana dilaporkan media Billboard.
Green Day naik ke panggung sebelum Seattle Seahawks dan New England Patriots memasuki lapangan untuk memperebutkan Trofi Lombardi.
Durasi penampilan Green Day berlangsung sekitar enam menit dengan membawakan empat lagu secara berurutan.
Penampilan dibuka dengan alunan musik lagu "Akhir yang Indah" yang dimainkan oleh sejumlah pemain biola.
Setelah itu, Green Day melanjutkan penampilan dengan lagu "Liburan".
Lagu berikutnya yang dibawakan adalah "Jalan Impian yang Hancur".
Penampilan Green Day ditutup dengan lagu "Idiot Amerika".
Selama membawakan lagu-lagu tersebut, Green Day tidak menyampaikan pernyataan langsung terkait kondisi politik Amerika Serikat saat ini.
Usai lagu terakhir, kamera menyorot para legenda sepak bola Amerika yang berbaris di sepanjang kedua sisi tangga menuju panggung.
Usai tampil, vokalis Green Day Billie Joe Armstrong berteriak kepada penonton dengan ucapan "Selamat datang di Baaaaay Ini Super Bowl 60".
Penampilan ini dinilai berbeda dari kebiasaan Green Day yang kerap menyisipkan pesan politik dalam pertunjukan mereka sebelumnya.
Meski demikian, Green Day tetap dikenal vokal menyuarakan pandangan politik mereka di kesempatan lain.
Menjelang Super Bowl, Green Day sempat menjadi sorotan karena menyuarakan penentangan terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam acara The FanDuel Party Spotify di Pier 69 San Francisco pada Jumat, 6 Februari 2026, Billie Joe Armstrong mengkritik lembaga Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump juga diketahui menyampaikan ketidaksukaannya terhadap Green Day dan penampil utama Super Bowl Halftime Show, Bad Bunny.
Trump menyampaikan pandangannya kepada New York Post pada Januari sebelum Super Bowl dengan mengatakan "Saya anti mereka Saya pikir itu pilihan yang buruk".
- Penulis :
- Aditya Yohan







