
Pantau - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menekankan pentingnya memperkuat daya tahan bangsa Indonesia menghadapi prediksi kemungkinan terjadinya Perang Dunia ketiga.
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengatakan ketahanan bangsa meliputi ketahanan pangan, energi, dan ekonomi.
Ia menegaskan, "Kondisi perang tentu akan sangat tergantung dari sejauh mana kita bisa memiliki ketahanan, ketahanan energi, ketahanan pangan, ketahanan ekonomi yang bisa mendukung bagi upaya kita agar bangsa kita bisa bertahan."
Ace Hasan menambahkan, Indonesia harus selalu bersiap dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya perang dunia, serta mengajak semua pihak untuk kompak dan bersatu dalam mengokohkan posisi Indonesia terhadap dinamika politik global.
Ia menjelaskan, "Tentu kami menghimbau dan mengajak semua pihak untuk menjaga kekompakan persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan prasyarat agar bangsa kita tetap kokoh di tengah menghadapi situasi dinamika politik global hingga kapanpun."
Sikap Presiden dan Politik Luar Negeri
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hasil pengamatannya terkait prediksi Perang Dunia ketiga dalam Rakornas 2026 pada 2 Februari 2026, ungkapnya.
Presiden Prabowo menyebutkan hampir semua pemimpin dunia khawatir akan kemungkinan pecahnya Perang Dunia ketiga dan menegaskan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif serta prinsip nonblok.
Ia menambahkan, Indonesia tidak akan bergabung dalam pakta militer manapun dan akan mengedepankan persahabatan dengan seluruh bangsa.
Presiden Prabowo menegaskan filosofi luar negeri Indonesia, "Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







