
Pantau - Gubernur Lemhannas Republik Indonesia Ace Hasan Syadzily menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Agus Widjojo dalam upacara Pembukaan Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional di Jakarta pada Senin.
Ace Hasan Syadzily menyampaikan duka cita tersebut atas nama pimpinan dan keluarga besar Lemhannas Republik Indonesia.
“Saya atas nama Gubernur Lemhannas Republik Indonesia dan keluarga besar Lemhannas Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Agus Widjojo,” ungkap Ace Hasan Syadzily.
Agus Widjojo meninggal dunia pada usia 78 tahun setelah menjalani serangkaian perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto.
Agus Widjojo wafat pada Minggu malam 8 Februari pukul 20.15 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Jakarta.
Ace Hasan Syadzily menyebut Agus Widjojo merupakan Gubernur Lemhannas Republik Indonesia ke-16 yang menjabat pada periode 2016 hingga 2022.
“Beliau merupakan Gubernur Lemhannas Republik Indonesia ke-16 periode 2016-2022. Dikenal luas sebagai intelektual militer dan tokoh reformasi TNI,” kata Ace Hasan Syadzily.
Ace Hasan Syadzily mengajak seluruh peserta Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional serta perwakilan kementerian dan lembaga negara untuk memberikan penghormatan terakhir melalui doa bersama.
Jenazah Agus Widjojo disemayamkan di Ruang Bendera Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta dengan peti jenazah diselimuti Bendera Merah Putih.
Dalam prosesi penghormatan terakhir, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono memimpin jalannya upacara.
Sugiono menyampaikan bahwa Agus Widjojo wafat saat masih menjalankan tugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia di Manila.
“Kita kehilangan sosok yang begitu teguh dan gigih dalam mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara, termasuk sebagai duta besar,” ujar Sugiono.
Sugiono menegaskan Agus Widjojo telah menjalankan tugas menjaga hubungan bilateral Indonesia dan Filipina dengan baik hingga akhir hayat.
Mengakhiri acara penghormatan, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga almarhum sebelum prosesi dilanjutkan dengan tata cara militer.
- Penulis :
- Aditya Yohan







