
Pantau - Media The Wall Street Journal melaporkan bahwa Amerika Serikat menarik seluruh pasukannya yang berjumlah sekitar 1.000 orang dari Suriah dengan mengutip tiga pejabat AS.
Pentagon sebelumnya pada bulan yang sama telah menarik seluruh tentara AS dari pangkalan Al-Shaddadi di Suriah timur laut dan dari garnisun Al Tanf yang merupakan pos strategis di perbatasan Suriah, Yordania, dan Irak.
Dalam dua bulan ke depan, seluruh pasukan AS yang tersisa akan meninggalkan Suriah sehingga mengakhiri kehadiran militer AS selama satu dekade di negara tersebut.
Dua pejabat AS menyampaikan kepada The Wall Street Journal bahwa Gedung Putih menilai kehadiran militer AS di Suriah tidak lagi diperlukan.
Para pejabat juga menegaskan bahwa penarikan pasukan ini tidak terkait dengan pengerahan besar-besaran militer AS di Timur Tengah baru-baru ini untuk potensi serangan terhadap Iran.
Pasukan AS pertama kali dikerahkan ke Suriah pada 2014 di bawah komando Presiden saat itu Barack Obama dengan tujuan memerangi ISIS di tengah perang saudara Suriah.
Selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, jumlah pasukan AS di Suriah secara bertahap telah dikurangi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







