
Pantau - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat bersifat pragmatis karena kedua negara saling mengakui kepentingan nasional masing-masing dalam berbagai isu strategis global.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya, Lavrov mengatakan, "Hubungan keduanya pragmatis... Kami memang berkomunikasi. Kami memahami bahwa kami harus menggunakan akal sehat. Kami mengakui kepentingan nasional AS." ungkapnya.
Lavrov mengungkapkan bahwa tepat setahun sebelumnya ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Riyadh untuk membahas hubungan bilateral kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, menurut Lavrov, pihak AS menyampaikan, "AS mengikuti kepentingan nasionalnya. Tetapi, mereka juga mengakui kepentingan nasional Rusia." ujarnya.
Kerja Sama Jika Kepentingan Sejalan
Lavrov menjelaskan bahwa apabila kepentingan Rusia dan AS saling tumpang tindih maka kerja sama dapat dilakukan demi keuntungan bersama tanpa harus memicu konflik terbuka.
Ia mengatakan, "Ketika kepentingan-kepentingan ini saling tumpang tindih, kita harus memetik manfaat dan melaksanakan sejumlah proyek. Ketika kepentingan-kepentingan ini berbeda, kita tidak boleh membiarkannya berujung pada konfrontasi, terutama konfrontasi yang panas. Kami sepenuhnya setuju dengan hal itu." tegasnya.
Soroti Pasar Energi dan Kelompok Kerja Ekonomi
Lavrov juga menyoroti pembentukan kelompok kerja dengan AS di tengah upaya Washington yang dinilai berusaha menyingkirkan Rusia dari pasar energi global.
Ia menyampaikan, "Meskipun Amerika dengan tulus mengatakan kepada kami bahwa, begitu masalah Ukraina diselesaikan, kita dapat memulai kerja sama yang saling menguntungkan, tapi untuk saat ini, mereka mencoba memaksa kami keluar dari pasar energi global." jelasnya.
Lavrov menambahkan bahwa Rusia dan AS telah menyepakati pembentukan kelompok kerja ekonomi bilateral untuk membahas berbagai persoalan tersebut secara lebih rinci.
Ia mengatakan, "kami telah sepakat dengan kolega Amerika kami untuk membentuk kelompok kerja ekonomi bilateral. Kami akan membahas semua masalah ini dalam kelompok kerja ini." pungkasnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








