Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Maduro Ajukan Pembatalan Dakwaan di AS, Klaim Hak Konstitusional Dilanggar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Maduro Ajukan Pembatalan Dakwaan di AS, Klaim Hak Konstitusional Dilanggar
Foto: (Sumber : Arsip foto - Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengajukan permohonan pembatalan perkara pidana terhadap dirinya dengan alasan otoritas Amerika Serikat telah melanggar hak-hak konstitusionalnya selama proses penuntutan.

Dalam dokumen pengadilan yang dikutip RIA Novosti pada Jumat disebutkan, “Tindakan pemerintah AS tidak hanya merugikan haknya sendiri tetapi juga melemahkan kewenangan pengadilan untuk memberikan proses hukum yang adil bagi semua terdakwa sesuai dengan perlindungan dalam Konstitusi AS.”

Tim pembela Maduro menegaskan hak-haknya dilanggar selama proses penuntutan pidana dan meminta pengadilan Amerika Serikat membatalkan dakwaan terhadapnya.

“Presiden Maduro dengan hormat memohon kepada Pengadilan ini untuk membatalkan Dakwaan Pengganti Keempat terhadap dirinya,” demikian tertulis dalam dokumen tersebut.

Dokumen itu juga menyebutkan otoritas Venezuela tidak diizinkan membiayai pembelaan Maduro di pengadilan Amerika Serikat.

“Pemerintah Amerika Serikat, meskipun mengizinkan berbagai transaksi komersial dengan Venezuela, melarang penasihat hukum menerima dana yang tidak tercemar dari pemerintah Venezuela, meskipun Venezuela berkewajiban mendanai pembelaan Bapak Maduro,” tulis dokumen tersebut.

Tim pembela menilai persidangan dalam kondisi demikian akan cacat secara konstitusional.

“Setiap persidangan yang berlangsung dalam keadaan seperti ini akan cacat secara konstitusional dan tidak dapat menghasilkan putusan yang akan bertahan terhadap tantangan di kemudian hari,” demikian isi dokumen itu.

Disebutkan pula bahwa Kantor Pengawasan Aset Asing Amerika Serikat atau OFAC menolak untuk meninjau kembali kebijakannya.

“OFAC telah menolak untuk mempertimbangkan kembali posisinya dan tidak akan memberikan lisensi yang memungkinkan pemerintah Venezuela mendanai pembelaan tersebut, sehingga mengganggu hak Bapak Maduro untuk mempertahankan penasihat hukum pilihannya,” demikian tertulis.

Pada 3 Januari, Amerika Serikat melakukan penangkapan terhadap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores kemudian membawa keduanya ke New York.

Otoritas Amerika Serikat menuduh keduanya terlibat dalam kasus “narko-terorisme”.

Dalam sidang pengadilan di New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf