Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Inggris dan Prancis Siapkan Pasukan Lintas Udara untuk Misi Penjaga Perdamaian di Ukraina

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Inggris dan Prancis Siapkan Pasukan Lintas Udara untuk Misi Penjaga Perdamaian di Ukraina
Foto: Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina 27/2/2022 (sumber: Xinhua/Lu Jinbo)

Pantau - Inggris dan Prancis menyiapkan pasukan lintas udara untuk kemungkinan penempatan ke Ukraina sebagaimana dilaporkan surat kabar The Telegraph pada Kamis, 26 Februari 2026.

Laporan tersebut menyebutkan pasukan dari kedua negara telah menyelesaikan persiapan untuk misi penjaga perdamaian apabila tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Moskow dan Kiev.

Dalam latihan yang digelar di wilayah Brittany, Prancis, lebih dari 600 tentara dari Brigade Serangan Udara ke-16 Inggris melakukan simulasi serangan udara bersama Brigade Parasut ke-11 Prancis.

Simulasi itu menjadi bagian dari skenario operasi gabungan yang dirancang untuk menguji kesiapan pasukan lintas udara kedua negara dalam operasi cepat.

Latihan tersebut berlangsung beberapa minggu setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa Inggris dan Prancis akan memimpin pasukan penjaga perdamaian di Ukraina apabila kesepakatan gencatan senjata tercapai.

Latihan Gabungan dan Kesiapan NATO

Meski unit yang akan terlibat dalam operasi penjaga perdamaian belum diumumkan secara resmi, prajurit dari Brigade Serangan Udara ke-16 diketahui merupakan bagian dari pasukan siaga tinggi Inggris.

Pasukan tersebut memiliki kemampuan untuk dikerahkan ke NATO dalam waktu singkat jika diperlukan dalam situasi darurat.

Pada 6 Januari, pertemuan tingkat tinggi yang disebut “koalisi yang bersedia” digelar di Paris untuk membahas jaminan keamanan bagi Ukraina.

Berdasarkan dokumen yang disepakati setelah pertemuan itu, “koalisi” sepakat melanjutkan dukungan militer jangka panjang bagi Kiev serta menandatangani deklarasi niat untuk mengerahkan pasukan ke wilayah Ukraina apabila perjanjian damai tercapai.

Respons Rusia terhadap Rencana Penempatan Pasukan

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa kehadiran militer asing di Ukraina tidak ada gunanya setelah kemungkinan tercapainya kesepakatan perdamaian yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, “Rusia akan menganggap setiap pasukan asing di wilayah Ukraina sebagai target yang sah.”

Pernyataan tersebut menandai meningkatnya ketegangan diplomatik di tengah upaya sejumlah negara Eropa membentuk misi penjaga perdamaian di Ukraina.

Penulis :
Arian Mesa