
Pantau - Rusia mendesak Amerika Serikat dan Israel segera menghentikan agresi militer terhadap Iran menyusul eskalasi serangan yang memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Desakan tersebut disampaikan dalam rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyebut serangan itu sebagai “aksi agresi bersenjata tanpa provokasi” yang melanggar Piagam PBB dan hukum internasional.
Ia menilai tindakan militer tersebut berpotensi memperburuk stabilitas regional dan global.
Risiko Eskalasi dan Ancaman Nuklir
Menurut Nebenzia, serangan terhadap Iran berpotensi memicu eskalasi yang meluas melampaui kawasan.
Ia menyebut situasi tersebut dapat menimbulkan krisis kemanusiaan dan ekonomi serta mengancam keamanan nuklir dan radiologis.
Rusia juga berharap Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA) Rafael Grossi turut mengecam serangan tersebut mengingat potensi risiko terhadap fasilitas nuklir.
Tawarkan Jalur Diplomatik
Moskow menegaskan kesiapan membantu penyelesaian politik dan diplomatik berdasarkan hukum internasional, prinsip saling menghormati, dan keseimbangan kepentingan.
Rusia juga memastikan telah mengambil langkah-langkah untuk menjamin keselamatan warganya yang berada di Iran.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk Teheran yang dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Situasi tersebut terus menjadi perhatian Dewan Keamanan PBB di tengah kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan.
- Penulis :
- Gerry Eka







