Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Emergency Alert Terbaru di Abu Dhabi Nyatakan Kondisi Aman Usai Eskalasi Militer Regional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Emergency Alert Terbaru di Abu Dhabi Nyatakan Kondisi Aman Usai Eskalasi Militer Regional
Foto: (Sumber: Notifikasi dari otoritas UEA yang menginformasikan kondisi terkini telah aman dan normal menyusul ketegangan yang terjadi di wilayah Timur Tengah. /ANTARA/Hanni Sofia.)

Pantau - Notifikasi emergency alert kembali masuk ke ponsel warga di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dalam 36 jam terakhir dengan pesan terbaru yang menyatakan kondisi telah aman dan normal pada pukul 13.29 waktu setempat.

Wartawati ANTARA Hanni Sofia yang berada di Abu Dhabi menerima sejumlah notifikasi resmi dari otoritas setempat terkait perkembangan situasi keamanan tersebut.

Pesan yang masuk melalui sistem darurat nasional berbunyi, "Thank you for your cooperation. We would like to reassure you that the situation is currently safe, and you may resume your normal activites while continuing to remain cautious and take the neccessary precautions (NCEMA) - Terima kasih atas kerja samanya. Kami ingin meyakinkan bahwa situasi saat ini dalam keadaan aman, dan Anda dapat kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa dengan tetap waspada serta mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan (NCEMA)."

Sebelumnya, warga menerima peringatan darurat yang berbunyi, "Segera cari perlindungan di bangunan aman terdekat, dan jauhi jendela, pintu, serta area terbuka."

Dampak Eskalasi dan Penyesuaian Kebijakan

Peringatan tersebut muncul menyusul eskalasi militer antara AS-Israel dan Iran serta potensi ancaman rudal yang memicu peningkatan kewaspadaan di wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan UEA melakukan pencegatan rudal dan mengecam serangan tersebut.

Warga melaporkan terdengar dentuman meriam dan suara pesawat tempur di wilayah udara Abu Dhabi hingga dini hari.

Meski kondisi pusat perbelanjaan tetap beroperasi dan aktivitas masyarakat berjalan normal, aktivitas luar ruang terpantau berkurang karena banyak warga memilih tetap berada di dalam rumah.

Otoritas UEA menetapkan pembelajaran daring bagi siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi pada Senin (2/3) hingga situasi benar-benar kondusif.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi serta memberikan sanksi bagi penyebar hoaks terkait situasi keamanan.

Eskalasi tersebut turut berdampak pada sektor penerbangan setelah sejumlah negara di kawasan Timur Tengah menutup atau membatasi ruang udara.

Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Hamad sempat menghentikan atau mengalihkan penerbangan.

Etihad Airways menangguhkan sementara seluruh keberangkatan dari Bandara Internasional Zayed.

Penutupan ruang udara tersebut menyebabkan pembatalan, pengalihan rute, serta ketidakpastian jadwal penerbangan bagi maskapai di kawasan Teluk.

Penulis :
Gerry Eka