
Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah serangkaian serangan dilaporkan menghantam sejumlah fasilitas militer dan sipil di wilayah Iran.
Dalam pernyataan resminya, IRGC mengatakan, "Para penjahat Amerika dan Israel harus paham tak satu pun kejahatan dan pembunuhan mereka akan dibiarkan tanpa balasan. Perang melawan AS dan rezim Israel akan berlanjut," tegasnya.
Garda Revolusi Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel menyerang berbagai fasilitas sipil di negara tersebut.
Fasilitas yang disebut menjadi sasaran antara lain sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, serta gedung pernikahan.
Menurut IRGC, serangan tersebut dilakukan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat Iran.
IRGC menyatakan jumlah korban warga sipil akibat serangan tersebut telah melampaui 700 orang.
Dalam satu hari terakhir dilaporkan satu keluarga tewas setelah rudal Tomahawk menghantam bangunan tempat tinggal di Oshnavieh.
Lima orang lainnya juga dilaporkan tewas ketika rudal Amerika Serikat menghantam sebuah mobil pribadi di wilayah Salman.
IRGC juga melaporkan sebuah rumah di distrik Kasemiyeh, Urmia, terkena serangan rudal Amerika Serikat.
Serangan tersebut menewaskan pasangan lanjut usia yang berada di dalam rumah.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan besar dan menimbulkan korban sipil.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut.
Setelah serangan itu, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







