
Pantau - Pemerintah China kembali menegaskan tekad untuk melakukan reunifikasi dengan Taiwan serta menolak upaya pemisahan diri maupun campur tangan pihak luar dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China di Beijing pada Kamis 5 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri China Li Qiang di Balai Agung Rakyat di hadapan 2.773 anggota Kongres Rakyat Nasional China.
Sidang tersebut juga dihadiri oleh 2.078 anggota Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China.
Kedua lembaga tersebut sedang mengikuti sidang parlemen tahunan yang dikenal dengan nama "Dua Sesi".
Sidang parlemen tersebut berlangsung pada 4 hingga 12 Maret 2026.
Li Qiang menyatakan "Kami akan sepenuhnya melaksanakan kebijakan menyeluruh Partai pada era baru terkait penyelesaian persoalan Taiwan. Kami akan tetap berpegang pada prinsip 'Satu China' dan 'Konsensus 1992' dengan tegas memerangi kekuatan separatis yang bertujuan mencapai kemerdekaan Taiwan' serta menentang campur tangan eksternal,".
Dorong Kerja Sama dan Integrasi Lintas Selat
Pemerintah China juga menyatakan akan mendorong pertukaran, kerja sama, dan pembangunan terpadu antara China daratan dan Taiwan.
Li Qiang menyampaikan "Kami akan mendorong pertukaran, kerja sama, dan pembangunan terpadu di kedua sisi Selat Taiwan. Masyarakat di kedua sisi selat juga diharapkan dapat bekerja sama untuk mewariskan dan melestarikan budaya China,".
Pemerintah China juga akan melaksanakan berbagai kebijakan untuk memastikan perlakuan yang setara bagi masyarakat Taiwan.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua sisi Selat Taiwan.
Li Qiang menambahkan "Dengan bekerja bersama, seluruh rakyat akan mewujudkan tujuan besar kebangkitan kembali bangsa,".
Strategi Reunifikasi dalam Rancangan Pembangunan Lima Tahun
Dalam sidang tersebut juga diluncurkan Rancangan Pembangunan Lima Tahun ke-15 China untuk periode 2026 hingga 2030.
Rancangan tersebut memuat arah kebijakan ekonomi, sosial, teknologi, keamanan, dan pembangunan nasional China untuk lima tahun ke depan.
Pada bab terakhir rancangan tersebut yaitu bab 60 terdapat bagian berjudul "Mendorong Perkembangan Damai Hubungan Lintas Selat dan Memajukan Upaya Reunifikasi Nasional".
Dalam bagian tersebut dijelaskan bahwa pemerintah China akan melaksanakan strategi menyeluruh Partai Komunis China untuk menyelesaikan persoalan Taiwan.
Strategi tersebut mencakup upaya memerangi kekuatan separatis yang mengusung kemerdekaan Taiwan.
Pemerintah China juga menegaskan akan menentang campur tangan kekuatan eksternal dalam isu tersebut.
Pemerintah China juga akan mendorong kerja sama ekonomi lintas Selat Taiwan yang memberikan manfaat bagi warga serta perusahaan Taiwan.
Warga dan perusahaan Taiwan didorong untuk berkembang di China daratan dan berpartisipasi dalam strategi pembangunan regional nasional.
Mereka juga didorong untuk ikut serta dalam proyek Belt and Road Initiative.
Perluasan Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya
Pemerintah China juga berencana membangun pasar bersama antara kedua sisi Selat Taiwan.
Provinsi Fujian akan didukung untuk membangun zona percontohan integrasi pembangunan lintas selat berkualitas tinggi.
Pemerintah juga akan memajukan pembangunan berbagai platform kerja sama utama antara kedua sisi selat.
Platform kerja sama tersebut antara lain berada di wilayah Pingtan, Kunshan, dan Dongguan.
Selain itu juga mencakup kawasan kerja sama industri lintas Selat Taiwan.
Pemerintah China juga akan mendukung pembangunan pasar keuangan lintas selat.
Perusahaan Taiwan yang memenuhi syarat akan didorong untuk terdaftar di bursa saham di daratan China.
Pemerintah juga akan memperluas pertukaran dan kerja sama ekonomi serta budaya lintas selat.
Mobilitas masyarakat antara kedua wilayah akan diperluas.
Komunikasi dan interaksi antara masyarakat kedua pihak juga akan didorong.
Kerja sama dalam bidang pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, serta berbagi sumber daya publik akan diperdalam.
Generasi muda Taiwan juga akan diberikan kesempatan untuk mengejar dan mewujudkan impian mereka di China daratan melalui peluang belajar maupun bekerja.
- Penulis :
- Aditya Yohan








