Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Diplomat AS Diperintahkan Evakuasi Wajib dari Arab Saudi di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Diplomat AS Diperintahkan Evakuasi Wajib dari Arab Saudi di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Foto: (Sumber : Arsip - Rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel terlihat di atas Hebron. (Anadolu/as).)

Pantau - Para diplomat Amerika Serikat yang bertugas di Arab Saudi dilaporkan telah diminta untuk meninggalkan negara tersebut.

Informasi tersebut dilaporkan oleh media New York Times, yang mengutip sejumlah sumber terkait.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa langkah tersebut menunjukkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyadari meningkatnya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah.

Dikabarkan bahwa sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, untuk pertama kalinya Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan diplomatnya untuk melakukan evakuasi wajib dari Arab Saudi.

Perintah evakuasi tersebut disebut sebagai "mandatory departure", yang merupakan tingkat evakuasi tertinggi bagi pegawai diplomatik.

Perintah tersebut tidak hanya berlaku bagi pegawai pemerintah Amerika Serikat yang berada di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, tetapi juga bagi diplomat Amerika Serikat yang berada di kota Jeddah dan Dhahran. Kedua kota tersebut merupakan lokasi keberadaan konsulat Amerika Serikat di Arab Saudi.

Ketegangan Meningkat di Timur Tengah

Sebelumnya, sejumlah diplomat Amerika Serikat mengkritik pemerintahan Presiden Donald Trump terkait penundaan persiapan evakuasi warga Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah.

Penundaan tersebut terjadi setelah pasukan Amerika Serikat dikerahkan ke wilayah Timur Tengah selama beberapa minggu.

Pada saat yang sama, pemerintah Amerika Serikat juga mengancam Iran dengan kemungkinan perang terbuka.

Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk menargetkan ibu kota Iran, Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan terhadap Israel dan menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan