
Pantau - Korea Selatan dan Amerika Serikat memulai latihan militer gabungan tahunan bertajuk Freedom Shield pada Senin, 9 Maret 2026, yang akan berlangsung selama 11 hari hingga 19 Maret 2026 di tengah meningkatnya ketegangan regional dan sorotan dari negara-negara tetangga.
Latihan militer musim semi tersebut diumumkan oleh Kepala Staf Gabungan Korea Selatan sebagai bagian dari kerja sama pertahanan antara Seoul dan Washington.
Pemerintah Korea Selatan dan Amerika Serikat menegaskan bahwa latihan gabungan tersebut bersifat defensif dan bertujuan meningkatkan kesiapan militer kedua negara dalam menghadapi potensi ancaman keamanan.
Rangkaian Latihan Lapangan
Selama pelaksanaan Freedom Shield, sebanyak 22 latihan lapangan akan digelar dengan melibatkan manuver langsung pasukan militer di berbagai lokasi latihan.
Latihan lapangan tersebut mencakup berbagai skenario operasi militer yang dirancang untuk meningkatkan koordinasi dan kemampuan operasional antara pasukan Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Jumlah latihan lapangan pada Freedom Shield tahun ini diketahui lebih sedikit dibandingkan pelaksanaan pada Maret 2025.
Pengurangan tersebut membuat total latihan lapangan menjadi kurang dari setengah dari jumlah latihan yang digelar pada Freedom Shield tahun lalu.
Korea Utara Kecam Latihan Gabungan
Pengurangan jumlah latihan tersebut disebut mencerminkan kebijakan pemerintah untuk menyebarkan manuver militer serupa sepanjang tahun.
Kebijakan tersebut dilakukan agar latihan militer tidak terkonsentrasi pada satu periode tertentu.
Di sisi lain, Korea Utara mengecam latihan gabungan tersebut dan menilainya sebagai persiapan invasi ke wilayah utara.
Korea Utara secara konsisten menentang latihan militer bersama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat karena dianggap meningkatkan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea.
- Penulis :
- Arian Mesa







