Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

China Sebut Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Sesuai Konstitusi Negara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Sebut Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Sesuai Konstitusi Negara
Foto: (Sumber : Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. ANTARA/Desca Lidya Natalia..)

Pantau - Pemerintah China menyatakan bahwa pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran dilakukan sesuai dengan konstitusi negara tersebut dan merupakan keputusan internal Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan aturan konstitusi yang berlaku di Iran.

Guo Jiakun menyampaikan, "Pemilihan pemimpin baru itu adalah keputusan yang dibuat oleh Iran sesuai dengan Konstitusi negaranya,".

Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran pada Senin 9 Maret.

Ia menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan gugur akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Mojtaba Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam tahun 1979.

Ia mengambil alih kepemimpinan Iran di tengah meningkatnya konflik regional dan ketidakpastian politik di dalam negeri.

China Tolak Campur Tangan Asing

Menanggapi situasi tersebut, China menegaskan penolakannya terhadap campur tangan pihak luar dalam urusan dalam negeri suatu negara.

Guo Jiakun menyampaikan, "China menentang campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dengan dalih apa pun. Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran harus dihormati,".

China juga menyerukan agar operasi militer segera dihentikan serta mendorong pihak-pihak terkait kembali ke jalur dialog dan negosiasi.

Pemerintah China meminta agar tidak terjadi eskalasi ketegangan lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru tidak akan bertahan lama apabila tidak mendapat persetujuan dari Amerika Serikat.

Proses Pemilihan oleh Majelis Ahli Iran

Di Iran, pemimpin tertinggi merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam sistem politik negara tersebut.

Pemimpin tertinggi memiliki kewenangan atas lembaga yudikatif, legislatif, dan administratif di Iran.

Pemimpin tertinggi juga berwenang mengambil keputusan penting negara termasuk kebijakan terkait program nuklir Iran.

Mojtaba Khamenei dipilih oleh Majelis Ahli Iran yang beranggotakan 88 orang.

Majelis Ahli merupakan lembaga yang menurut konstitusi bertanggung jawab menunjuk otoritas politik dan keagamaan tertinggi di Iran.

Pemilihan Mojtaba Khamenei mengikuti prosedur konstitusional dan bukan melalui pewarisan kekuasaan.

Meskipun demikian, latar belakang keluarganya dan kedekatannya dengan Ayatollah Ali Khamenei sejak lama telah menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan suksesi kepemimpinan.

Latar Belakang Pendidikan Keagamaan Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei menempuh pendidikan keagamaan di kota Qom yang merupakan pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran.

Di kota tersebut terdapat berbagai seminari yang mendidik para ulama Iran.

Ia mempelajari fikih Islam dan teologi di bawah bimbingan sejumlah ulama konservatif terkemuka.

Para ulama tersebut antara lain Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi, Ayatollah Lotfollah Safi Golpaygani, dan Mohammad Taqi Mesbah Yazdi.

Mohammad Taqi Mesbah Yazdi dikenal sebagai ideolog berpengaruh yang membimbing banyak tokoh politik konservatif di Iran.

Meskipun lama berada di lingkungan ulama, Mojtaba Khamenei tidak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan.

Ia juga tidak pernah menjabat posisi eksekutif maupun jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum.

Minimnya penampilan publik membuat Mojtaba jarang menyampaikan pidato panjang, wawancara, ataupun manifesto politik yang menjelaskan pandangan politiknya secara rinci.

Penampilannya di ruang publik umumnya terbatas pada upacara resmi, peringatan nasional, dan pertemuan keagamaan yang diliput oleh media pemerintah Iran.

Penulis :
Aditya Yohan