Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan Israel Picu Krisis Kemanusiaan di Lebanon, 816 Ribu Warga Mengungsi dan Ratusan Orang Tewas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Serangan Israel Picu Krisis Kemanusiaan di Lebanon, 816 Ribu Warga Mengungsi dan Ratusan Orang Tewas
Foto: (Sumber : Foto yang diambil dengan ponsel pada 9 Maret 2026 menunjukkan dampak serangan udara Israel di pinggiran sebelah selatan Beirut, Lebanon. ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich..)

Pantau - Sebanyak 816.000 warga Lebanon mengungsi akibat serangan Israel yang terus berlangsung di berbagai wilayah negara tersebut, menurut pernyataan Menteri Urusan Sosial Lebanon Haneen Sayed dalam konferensi pers pada Rabu 11 Maret.

Ia menyampaikan bahwa ratusan ribu warga yang terdampak konflik telah mendaftarkan diri pada platform bantuan milik kementerian.

Haneen Sayed mengatakan 816.000 pengungsi telah tercatat dalam sistem bantuan pemerintah Lebanon.

Dari jumlah tersebut sekitar 126.000 orang saat ini menempati 589 pusat penampungan yang disediakan di berbagai wilayah Lebanon.

Pemerintah Lebanon juga bekerja di lapangan untuk memandu keluarga pengungsi menuju pusat penampungan yang tersedia.

Selain itu pemerintah mengatur transportasi bagi para pengungsi agar dapat mencapai lokasi yang dinilai aman.

Korban Tewas dan Luka Terus Bertambah

Dalam konferensi pers yang sama Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nasreddine melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah mencapai 634 orang.

Ia menyebutkan dari jumlah tersebut terdapat 91 anak-anak dan 47 perempuan yang menjadi korban.

Selain korban tewas sebanyak 1.586 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang berlangsung.

Nasreddine menyatakan konflik yang terjadi juga memberikan dampak serius terhadap sektor kesehatan di Lebanon.

Ia melaporkan terdapat 22 serangan yang menargetkan fasilitas dan layanan medis.

Serangan tersebut termasuk insiden yang menyasar ambulans milik Palang Merah.

Ia juga menyebutkan sebanyak 15 tenaga kesehatan tewas sejak eskalasi konflik dimulai.

Selain itu sebanyak 45 tenaga kesehatan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Eskalasi Konflik Israel dan Hizbullah

Eskalasi konflik meningkat setelah Hizbullah pada 2 Maret mengumumkan peluncuran roket dari wilayah Lebanon menuju Israel.

Serangan tersebut merupakan peluncuran roket pertama sejak gencatan senjata diumumkan pada 27 November 2024.

Menanggapi serangan tersebut tentara Israel melancarkan operasi yang mereka sebut sebagai "kampanye militer ofensif" terhadap Hizbullah.

Operasi tersebut dilakukan melalui serangan udara intensif di berbagai wilayah Lebanon.

Selain serangan udara Israel juga melancarkan serangan darat di wilayah perbatasan.

Penulis :
Aditya Yohan