
Pantau - Malaysia merampungkan pemasangan rel proyek East Coast Rail Link (ECRL) pada seksi Kota Bharu hingga Gombak yang menjadi tonggak penting dalam pengembangan transportasi nasional.
Seremoni peresmian digelar di Stasiun Gombak untuk menandai selesainya tahap pemasangan rel pada jalur tersebut.
Proyek sepanjang 519 kilometer ini dikerjakan oleh China Communications Construction Company sebagai bagian dari kerja sama strategis antara Malaysia dan China.
Menteri Keuangan Kedua Malaysia Amir Hamzah Azizan menyebut penyelesaian proyek ini berlangsung lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.
"Jalur kereta sepanjang lebih dari 600 km ini bukan hanya aset nasional strategis, melainkan juga simbol kerja sama erat antara kedua negara," kata Sekretaris Utama Pemerintah Malaysia Shamsul Azri Abu Bakar.
Ia menambahkan keberhasilan tersebut mencerminkan sinergi efisien serta hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara.
Uji Coba Kereta Listrik Segera Dilakukan
Setelah pemasangan rel selesai, kereta listrik electric multiple unit (EMU) dijadwalkan menjalani uji coba perjalanan tanpa hambatan sejauh 8.000 kilometer.
Direktur Pelaksana CCC-ECRL Deng Bo menyampaikan tahapan uji coba akan segera dilakukan sebagai bagian dari persiapan operasional.
Uji coba tersebut menjadi langkah penting sebelum jalur ECRL memasuki tahap operasional komersial.
Target Operasi 2027 dan Dampak Transportasi
Proyek ECRL yang merupakan bagian dari inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra ini diharapkan mentransformasi sistem transportasi di Malaysia.
Jalur ini juga disebut akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih modern, efisien, dan aman bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, jalur ECRL membentang lebih dari 600 kilometer dengan fase pertama yang menghubungkan Kota Bharu hingga Gombak ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027.
Saat ini pembangunan proyek telah memasuki tahap lanjutan sekaligus persiapan menuju operasional penuh.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







