Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Komitmen Dana untuk Board of Peace

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Komitmen Dana untuk Board of Peace
Foto: (Sumber: Presiden Prabowo Subianto dalam diskusi dengan sejumlah pakar dan jurnalis senior di Hambalang Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026). (ANTARA/HO-Badan Komunikasi Pemerintah RI).)

Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak pernah berkomitmen menyumbang Rp17 triliun atau 1 miliar dolar AS untuk Dewan Perdamaian (Board of Peace).

Prabowo menyampaikan, "Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar."

Ia juga menegaskan tidak ada komitmen keuangan apa pun kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP.

Ia mengatakan, "Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar, tetapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali."

Indonesia juga tidak termasuk dalam negara penyumbang pada pertemuan pendiri tersebut.

Pemerintah menyatakan siap berkontribusi dalam bentuk pengiriman pasukan perdamaian.

Prabowo menyampaikan, "Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan."

Kontribusi Indonesia difokuskan pada upaya menjaga keamanan warga Gaza.

Pemerintah juga membuka kemungkinan kontribusi di masa depan jika pembangunan kembali Gaza dimulai.

Ia mengatakan, "Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana."

Namun, ia kembali menegaskan tidak ada komitmen pembayaran iuran keanggotaan.

Ia menyatakan, "Tidak ada komitmen sama sekali."

Sebelumnya, muncul laporan yang menyebut syarat kontribusi 1 miliar dolar AS untuk menjadi anggota tetap BoP.

Skema tersebut dikaitkan dengan inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Masa keanggotaan BoP dirancang selama tiga tahun dengan kemungkinan perpanjangan.

Negara dengan kontribusi besar dapat memperoleh keanggotaan tanpa batas waktu tertentu.

Penulis :
Gerry Eka