Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Ancam Targetkan Kedutaan Israel di Timur Tengah Jika Fasilitas Diplomatiknya Diserang

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Iran Ancam Targetkan Kedutaan Israel di Timur Tengah Jika Fasilitas Diplomatiknya Diserang
Foto: Ilustrasi - Foto yang dirilis Kantor Perdana Menteri Israel menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang berbicara di telepon diduga memerintahkan penghapusan pejabat senior rezim Iran pada Selasa 17/3/2026 (sumber: ANTARA/Xinhua)

Pantau - Iran menyatakan akan menargetkan kedutaan besar Israel di kawasan Timur Tengah jika fasilitas diplomatik miliknya diserang, menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara markas besar pusat Khatam Al-Anbiya dari komando militer Iran, Ebrahim Zolfaghari.

Ancaman Balasan Langsung Iran

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk serangan terhadap kedutaan atau pusat diplomatik Iran akan dibalas secara langsung oleh angkatan bersenjata Iran.

Ia mengungkapkan, "Jika ada serangan atau agresi apa pun dilakukan terhadap kedutaan besar atau pusat diplomatik milik Iran, maka seluruh kedutaan besar rezim ini Israel di kawasan akan menjadi sasaran yang sah dari angkatan bersenjata Iran dan akan menjadi sasaran serangan."

Pernyataan tersebut menandai meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan aktor-aktor utama konflik.

Latar Belakang Serangan dan Eskalasi

Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan menimbulkan korban sipil di sejumlah wilayah terdampak.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel sebagai respons atas serangan tersebut.

Selain itu, Iran juga menyerang fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari eskalasi konflik yang terus berkembang.

Informasi tambahan mengenai dampak lanjutan dan respons internasional terhadap konflik ini masih terus berkembang.

Penulis :
Leon Weldrick