Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, KSAD Ungkap Ada Personel Terluka dan Dirawat di Rumah Sakit

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, KSAD Ungkap Ada Personel Terluka dan Dirawat di Rumah Sakit
Foto: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan keterangan pada awak media di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026), usai menghadiri upacara penghormatan militer terhadap tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas di Lebanon (sumber: ANTARA/Azmi Syamsul Ma’arif)

Pantau - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menerima laporan bahwa tiga prajurit TNI gugur dan sejumlah lainnya terluka dalam insiden di Lebanon serta kini menjalani perawatan medis.

Kronologi dan Kondisi Prajurit

Maruli menyampaikan bahwa informasi yang diterima masih terbatas pada identitas personel dan kondisi kesehatan tanpa rincian kronologi kejadian maupun tingkat keparahan luka.

"Jadi kami hari ini berduka, tiga anggota kita gugur. Termasuk juga kami mendengar ada berita yang memang kami sendiri masih belum terlalu pasti untuk menerima kondisi terakhirnya. Ada yang kondisi masuk rumah sakit ada berapa orang, ada di Angkatan Darat ada dua orang," ungkapnya.

Ia menjelaskan komunikasi langsung dengan satuan tugas di luar negeri berada di bawah kendali Mabes TNI sehingga pihaknya hanya menerima laporan terbatas.

"Yang kontak langsung kan Mabes TNI ya, kami dapat informasi hanya identitas tertentu dalam kondisi sakit," ujarnya.

Maruli menegaskan para prajurit telah dibekali prosedur operasional standar yang ketat termasuk instruksi berlindung di bunker dalam situasi konflik untuk meminimalkan risiko.

" Tidak usah risau sebetulnya, mereka juga sebetulnya yang tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja semua bisa berjalan dengan baik," ungkapnya.

Upaya Investigasi dan Respons Pemerintah

KSAD menyatakan investigasi atas insiden yang menewaskan tiga prajurit sedang disiapkan oleh Mabes TNI bersama Kementerian Pertahanan dan negara.

"Jadi mudah-mudahan nanti tindak lanjut penyelesaian ini saya kira sudah direncanakan oleh Mabes TNI, kemudian Kementerian Pertahanan, dan juga mungkin atas nama negara mudah-mudahan bisa semakin jelas bagaimana peristiwa ini terjadi," ujarnya.

Pemerintah Indonesia juga telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat luar biasa sebagai respons atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia mengutuk keras serangan terhadap personel dan fasilitas PBB serta menuntut investigasi menyeluruh.

Permintaan tersebut disetujui Prancis sebagai pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan PBB dengan fokus memastikan jaminan keamanan bagi seluruh personel internasional.

Tiga prajurit yang gugur diketahui adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.

Penulis :
Leon Weldrick