
Pantau - Pemerintah Indonesia meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa segera menggelar rapat luar biasa untuk membahas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul insiden yang menyebabkan korban jiwa di kalangan pasukan penjaga perdamaian, termasuk tiga prajurit TNI.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa pemerintah melalui perwakilan tetap Indonesia di New York telah mengajukan permintaan resmi satu hari setelah insiden pertama terjadi.
Ia mengungkapkan, "Pemerintah Republik Indonesia lewat perwakilan tetap kita di New York satu hari setelah insiden yang pertama meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan rapat."
Respons Diplomatik dan Dukungan Internasional
Langkah ini disebut sebagai bentuk diplomasi proaktif Indonesia dalam merespons gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL.
Prancis sebagai negara penanggung jawab isu Lebanon di Dewan Keamanan PBB telah menyetujui permintaan Indonesia untuk menggelar rapat tersebut.
Agenda utama dalam rapat itu adalah mengutuk keras serangan yang menyebabkan korban jiwa di kalangan pasukan penjaga perdamaian.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan kecaman keras terhadap semua bentuk serangan yang menargetkan personel maupun fasilitas pasukan penjaga perdamaian PBB.
Ia menegaskan, "Intinya, pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian, dalam hal ini UNIFIL. Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh."
Tuntutan Investigasi dan Identitas Korban
Indonesia menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab insiden serta pihak yang bertanggung jawab.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan personel internasional harus menjadi prioritas utama dalam setiap misi perdamaian.
Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar.
Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan juga termasuk dalam daftar korban jiwa dalam insiden tersebut.
Selain itu, Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon turut gugur saat menjalankan tugas negara di Lebanon.
Ketiga prajurit tersebut meninggal dunia saat menjalankan mandat menjaga stabilitas dan perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
- Penulis :
- Leon Weldrick








