Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

PM Italia Giorgia Meloni Peringatkan Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Memburuk

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PM Italia Giorgia Meloni Peringatkan Ancaman Krisis Energi Jika Konflik Timur Tengah Memburuk
Foto: (Sumber : Ilustrasi - bendera Italia (Anadolu))

Pantau - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memperingatkan negaranya berpotensi menghadapi krisis energi apabila konflik di kawasan Timur Tengah terus memburuk.

Meloni menyampaikan kekhawatiran tersebut melalui video yang diunggah di media sosialnya terkait meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia yang berdampak pada pasar energi global.

“Ketika ketidakstabilan meningkat di negara-negara Teluk, hal itu berdampak pada biaya energi, dunia usaha, lapangan kerja, dan pada akhirnya daya beli keluarga,” ungkap Meloni.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi yang semakin memburuk dapat membuat Italia mengalami kekurangan pasokan energi.

“Dan jika situasi memburuk, kita bisa menghadapi kondisi di mana kita tidak memiliki seluruh energi yang kita butuhkan, bahkan di Italia,” ujarnya.

Kekhawatiran terhadap pasokan energi muncul setelah laporan mengenai pembatasan awal bahan bakar jet atau avtur di empat bandara Italia.

Pembatasan tersebut dilaporkan terjadi di bandara Milan, Venesia, Treviso, dan Bologna.

Kebijakan itu menjadi sinyal awal dampak konflik Timur Tengah terhadap sektor transportasi udara dan rantai pasokan energi di Eropa.

Meloni sebelumnya melakukan kunjungan ke sejumlah negara Teluk Persia yang diketahui memasok sekitar 15 persen kebutuhan minyak Italia.

Ia menyatakan telah membahas upaya memperkuat kerja sama energi serta meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

“Saya membahas dengan mereka bagaimana memperkuat kerja sama, membantu menghentikan eskalasi, dan segera memulihkan kebebasan navigasi di jalur yang menjadi sandaran energi, perdagangan, dan stabilitas, dimulai dari Selat Hormuz,” jelasnya.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari yang kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Situasi tersebut hampir menghentikan pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dan gas alam cair dunia sehingga memicu kenaikan harga energi di berbagai negara.

Penulis :
Ahmad Yusuf