Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Sebut Ancaman Serangan AS terhadap Fasilitas Energi sebagai Kejahatan Perang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Sebut Ancaman Serangan AS terhadap Fasilitas Energi sebagai Kejahatan Perang
Foto: (Sumber : Ilustrasi distribusi bahan bakar minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke seluruh dunia. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Pemerintah Iran menyatakan ancaman Amerika Serikat untuk menyerang fasilitas energi Iran merupakan pengakuan tindakan kejahatan perang di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

“Menteri Luar Negeri Iran juga menyinggung ancaman AS untuk menyerang fasilitas energi Iran, menyebut pernyataan tersebut sebagai pengakuan yang jelas atas tindakan kejahatan perang,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

Araghchi juga menyerukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Energi Atom Internasional untuk segera mengutuk serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas Iran.

Iran menilai serangan yang dilakukan Amerika Serikat sejak awal konflik telah menyasar berbagai infrastruktur penting negara tersebut.

Teheran menyebut serangan tersebut menargetkan fasilitas industri dan energi, pendidikan, medis, hingga fasilitas nuklir.

Serangan militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran dilaporkan dimulai sejak 28 Februari dan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.

Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan pesawat tak berawak dan rudal.

Serangan itu menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Selain itu, Iran juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi global.

Penulis :
Ahmad Yusuf